skip to main | skip to sidebar

Pages

Minggu, 20 Februari 2011

Pertumbuhan Ekonomi Sulbar 2010, sebesar 11,91 Persen



Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Barat tahun 2010 yang diukur dari kenaikan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) ADHK meningkat sebesar 11,91 persen terhadap tahun 2009. Pada tahun ini seluruh sektor ekonomi di Sulawesi Barat mengalami pertumbuhan positif, kecuali sektor konstruksi yang tumbuh negatif, dengan pertumbuhan tertinggi di sektor listrik, gas, dan air bersih yang tumbuh mencapai 26,96 persen dan terendah di sektor pertambangan dan penggalian yang hanya tumbuh 1,53 persen.

Besaran PDRB Sulawesi Barat pada tahun 2010 atas dasar harga berlaku mencapai Rp 10.986,62 milyar sedangkan atas dasar harga konstan 2000 mencapai Rp 4.744,31 milyar, sehingga tingkat inflasi pada level harga produsen sebesar 4,40 persen.

Secara triwulanan, PDRB Sulawesi Barat triwulan IV/2010 mengalami pertumbuhan positif sebesar 0,53 persen dibandingkan dengan triwulan III/2010 (q-to-q), dan bila dibandingkan dengan triwulan yang sama pada tahun sebelumnya (y-on-y) tumbuh sebesar 14,47 persen.

Tiga sektor ekonomi mengalami pertumbuhan tertinggi pada Triwulan IV 2010 (q-to-q) ini adalah sektor pertambangan penggalian tumbuh sebesar 24,75 persen, menyusul sektor listrik gas, dan air bersih tumbuh mencapai 15,05 persen, dan sektor perdagangan, hotel dan restoran tumbuh 14,40 persen. Sedangkan untuk pertumbuhan (y-on-y) tertinggi terjadi pada sektor listrik, gas, air bersih yang tumbuh mencapai 58,82 persen, sektor angkutan dan komunikasi tumbuh 26,04 persen dan sektor keuangan, persewaan dan jasa perusahaan tumbuh 21,89 persen.

Tiga sektor utama penggerak ekonomi di Sulawesi Barat adalah sektor pertanian; sektor jasa-jasa; dan sektor perdagangan, hotel, dan restoran secara bersama-sama berperan sebesar 79,11 persen tahun 2010, dimana sektor pertanian memberi kontribusi 49,79 persen, sektor jasa-jasa 16,11 persen, dan sektor perdagangan, hotel, dan restoran 13,01 persen.

Dari sisi penggunaan, pada tahun 2010 sebagian besar PDRB digunakan untuk memenuhi konsumsi rumahtangga, yaitu sebesar 66,83 persen. Kemudian sisanya digunakan untuk konsumsi pemerintah 22,65 persen, pembentukan modal tetap bruto atau investasi fisik 12,18 persen, ekspor 15,25 persen (bertanda +) dan impor 22,41 persen(bertanda -). Semua komponen PDRB penggunaan mengalami pertumbuhan positif pada tahun 2010, kecuali PMTB tumbuh negatif sebesar 11,20 persen. Pertumbuhan tertinggi terjadi pada ekspor sebesar 18,57 persen, diikuti oleh impor 10,53 persen, konsumsi rumah tangga sebesar 8,25 persen, dan konsumsi pemerintah 4,50 persen.

PDRB per-kapita atas dasar harga berlaku pada tahun 2010 mencapai Rp 9,44 juta, lebih tinggi dibandingkan dengan tahun 2009 yang sebesar Rp 8,29 juta.

sumber : http://sulbar.bps.go.id/index.php?link=brs&view=detail&id=99

Artikel Terkait



0 comments:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...