skip to main | skip to sidebar

Pages

Tampilkan postingan dengan label Internasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Internasional. Tampilkan semua postingan

Rabu, 21 September 2011

IMF: Ekonomi Dunia Masuki Fase Bahaya

0 comments
Olivier Blanchard WASHINGTON — Bersiaplah untuk krisis ekonomi yang lebih besar. Pimpinan ekonom Dana Moneter Internasional, Olivier Blanchard, menyatakan ekonomi dunia bakal masuk dalam apa yang disebutnya fase bahaya baru. Amerika Serikat dan Eropa disebut-sebut mengalami penurunan tajam dari sisi ekonomi setidaknya akhir tahun depan. IMF memprediksi, ekonomi AS hanya akan tumbuh 1,5 persen tahun ini dan 1,8 persen tahun depan. Angka ini jauh dari patokan angka pemerintah AS, yaitu 2,5 persen tahun ini dan 2,7 persen tahun depan. "Ekonomi global memasuki fase bahaya baru. Pemulihan bakal makan waktu. Pemulihan telah melemah. Dibutuhkan kebijakan yang kuat untuk meningkatkan prospek dan mengurangi risiko," ujar Blanchard. IMF melihat hal yang lebih buruk pada negara-negara zone euro. Sebanyak 17 negara akan menunjukkan angka pertumbuhan hanya 1,6 persen tahun ini dan 1,1 tahun depan, turun dari angka perkiraan Juni sebesar 2 dan 1,7 persen. Sejumlah pengamat sebelumnya meramalkan negara-negara zone euro bakal terjebak dalam krisis utang dan hal ini berimbas pada ketidakstabilan di kawasan itu. "Pasar skeptis pada kemampuan beberapa negara mengatasi utang mereka," kata Blanchard, "Ketakutan akan ketidakpastian meninggi," katanya. Secara keseluruhan, IMF memprediksi pertumbuhan global naik 4 persen hingga tahun 2012. Berlawanan dengan AS dan Eropa, sejumlah negara diramalkan bakal moncer ekonominya; ia menyebut tiga negara: Cina, India, dan Brazil. sumber : REPUBLIKA.CO.ID

Senin, 18 Juli 2011

Disiplin Polisi Hongkong Disorot

0 comments
Hongkong: Kepala kepolisian Hongkong meminta 28 ribu anggota polisi di kota tersebut untuk menegakkan disiplin setelah muncul serangkaian foto di internet yang memperlihatkan beberapa polisi wanita berpose tidak sopan. Foto-foto itu menunjukkan beberapa polwan tidak mengenakan seragam sebagaimana mestinya, sedangkan beberapa anggota polisi lain saling menodongkan senjata.

Foto ini diduga dibuat ketika para anggota polisi menjalani pendidikan pada 2007. Seorang anggota polisi mengatakan pistol yang ditodongkan tersebut tidak berisi peluru. Foto-foto ini diperkirakan diambil dari blog seorang polwan. Tak hanya itu, dikabarkan pula ada foto-foto lain yang memperlihatkan beberapa anggota polwan hanya mengenakan pakaian dalam.

Sebelumnya muncul foto-foto di internet yang menunjukkan dua anggota polisi dalam berbagai pose ketika tengah melakukan patroli dengan bersepeda. Dalam kasus terpisah, keluarga seorang anggota polisi menodongkan senjata ke arah polisi tersebut. Foto ini juga dimuat di koran Hongkong.

Polisi yang memiliki blog dilaporkan tetap menjalankan tugas sementara kepolisian Hongkong melakukan investigasi internal. Komisioner kepolisian Hongkong Andy Tsang dikutip mengatakan para anggota polisi tidak semestinya melakukan tindakan-tindakan yang mencemarkan nama baik polisi, baik ketika bertugas maupun tidak.

sumber : http://id.berita.yahoo.com/disiplin-polisi-hongkong-disorot-093700758.html

Rabu, 22 Juni 2011

Yudhoyono, Komentar Keras, dan Anjuran Jangan Jadi Pembantu

0 comments
low_interlaced_TH2011042715

Vonis mati terhadap Ruyati di Arab Saudi, belakangan ini, bergulir pula ke ranah politik. Banyak pihak yang, seperti diakui Presiden Yudhoyono di konferensi pers bersama tiga menteri di Istana Kepresidenan, pada Kamis (23/6) pagi, menggelontorkan komentar, kritik, bahkan serangan terhadap pemerintah.

Semua itu, kata Yudhoyono, datang dari pengamat, politisi, hingga anggota DPR. "Itu dibenarkan dalam demokrasi. Negara demokrasi pula memberikan hak pada pemerintah memberi penjelasan...berdasar data fakta logika dan apa saja yang telah dan sedang kita lakukan," kata Yudhoyono.

Itulah pembuka yang disampaikan Presiden sebelum penjelasan oleh tiga menterinya. Bergiliran, Menteri Marty Natalegawa, Menteri Patrialis Akbar, lalu Menteri Muhaimin Iskandar, "membela diri". Mereka menyebut sejumlah upaya yang telah mereka lakukan terkait kasus Ruyati maupun terkait TKI di luar negeri.

Usai penjelasan tiga menteri itu, Yudhoyono menyebut bahwa tiap negara punya hukum, adat istiadat, dan budaya yang berbeda. Warga pendatang wajib menghormati kaidah-kaidah itu. Bahkan Presiden mengaku kerap didekati untuk melunakkan vonis mati warga negara lain di Indonesia. Tapi, hampir semua permintaan itu ditolak. Presiden Yudhoyono berkomentar cukup keras: "Kalau ada warga negara kita dihukum mati di negara lain, mengapa warga negara lain lantas kita berikan pengampunan?"

Menutup konferensi pers, Presiden Yudhoyono mengemukakan harapan masa depannya. "Kita berupaya...di tahun-tahun mendatang, ekonomi tumbuh dan makin terbuka lapangan pekerjaan, apa itu di infrastuktur, manufaktur, pertanian, hingga usaha mikro dan menengah," ujar Presiden.

Yudhoyono berharap, semua warga negara bersedia menyukseskan semua itu. Terutama juga para pemimpin-pemimpin di daerah. "Saya instruksi gubernur, bupati, walikota, sekuat tenaga menciptakan peluang di daerahnya masing2. Dengan demikian, harapan di masa depan janganlah saudara-saudara kita bekerja di luar negeri di sektor rumah tangga," kata dia.

Yudhoyono menambahkan, di era globalisasi ini, TKI boleh saja bekerja di luar negeri, tapi lebih baik lagi bila dipekerjakan karena keterampilan yang dimiliki dan karena daya saingnya.

Amin...

sumber : http://id.berita.yahoo.com/yudhoyono-komentar-keras-dan-anjuran-jangan-jadi-pembantu.html

Aishwarya Rai Hamil Anak Pertama

0 comments

Abhishek Bachchan dan Aishwarya Rai

Bintang Bollywood Aishwarya Rai dan suaminya Abhishek Bachchan dikabarkan sedang menantikan anak pertama mereka.

Ayah Abishek yang juga seorang aktor Amitabh Bachchan mengumumkan kabar gembira tersebut melalui akun Twitternya, "Aku akan menjadi seorang kakek! Aishwarya sedang hamil! Dan aku sangat gembira!"

Sebelumnya Aishwarya dan Abishek menikah pada 20 April 2007 silam, dalam sebuah upacara tertutup di kediaman pengantin pria di Mumbai.

Perempuan berusia 37 tahun itu sempat dinobatkan sebagai Miss World pada 1994 silam, dan mendapat julukan "wanita tercantik di dunia." Prestasinya sudah tercatat di lebih 40 film termasuk "Bride and Prejudice" (2004) dan "Pink Panther" (2009)

sumber : http://id.omg.yahoo.com/news/aishwarya-rai-hamil-anak-pertama-ryx5-65582.html

Senin, 20 Juni 2011

Ruyati Dikubur di Sebelah Makam Istri Nabi Muhammad

0 comments
foto
Ruyati

Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia Jumhur Hidayat mengklaim Ruyati binti satubi mendapatkan pemakaman di tempat yang terhormat.

"Ia dikuburkan di sebelah makam Siti Khadijah karena dianggap orang suci," ujar Jumhur dalam keterangan kepada pers di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, Senin, 21 Juni 2011.

Jumhur menguraikan status hukuman pancung bagi masyrakat Saudi adalah terhormat karena dianggap meninggal sesuai hukum islam. Jadi pemakamannya pun diberi tempat terhormat.

Jumhur mengetahui letak pemakaman Ruyati dari pihak Kedutaan Besar Saudi. Posisi pemakaman tersebut juga sudah disampaikan ke pihak keluarga di Bekasi.

Siang tadi Jumhur bersama Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar mengunjungi rumah Ruyati di Bekasi. Kunjungan saat itu sekaligus menyerahkan santunan senilai Rp 97 juta. Santunan dari asuransi, Pelaksana Penempatan Tenaga Kerja Indonesia Swasta dan pemerintah.

Keluarga menyambut santunan tersebut, tapi tetap meminta ditemukan dengan jenazah Ruyati. "Kalau tidak bisa dibawa, mungkin bisa memeluk ibunya,"kata Jumhur. Pihak keluarga diminta diajak ke Saudi untuk melihat makam Ibunya.

Ruyati dipancung pemerintah Arab Saudi pada 18 Juni 2011, empat hari setelah Presiden SBY mendapat standing ovation di sidang soal buruh PBB. Janda berusia 54 tahun ini oleh Pengadilan Arab Saudi dinyatakan terbukti bersalah dalam kasus pembunuhan.

sumber : http://www.tempointeraktif.com/hg/kesra/2011/06/20/brk,20110620-342087,id.html

TKI Asal NTT Juga Terancam Hukuman Mati di Malaysia

0 comments
foto

Setelah Ruyati yang dihukum pancung di Arab Saudi, selanjutnya salah seorang tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Nusa Tenggara Timur, Walfrida Soik, yang juga terancam hukuman mati di Malaysia.

"Saat ini, Walfrida juga sementara menjalani proses persidangan dengan ancaman hukuman mati di Malaysia," kata Koordinator Komunitas Akar Rumput (KoAR) NTT, Jan Pieter Windy, yang dihubungi Tempo, Selasa 21 Juni 2011.

Walfrida diduga membunuh majikannya, Puan Yeap, pada 7 Desember 2009 sekitar pukul 14.00 waktu Malaysia. Saat itu, Lee Che Keng majikan Walfrida, menjenguk ibunya, Puan Yeap, yang dijaga oleh Walfrida.

Menurut Windy, pihaknya telah mendesak pemerintah untuk memberikan perlindungan dan pendampingan hukum bagi walfrida. Namun, ia menyayangkan respons dari pemerintah yang dinilainya sangat lamban. "Respons pemerintah terkesan berjalan di tempat," katanya.

Walfrida Soik yang diduga menderita gangguan jiwa akibat siksaan hingga saat ini seorang diri menjalani proses peradilan di Malaysia.

Dia juga menyesalkan tidak adanya upaya dari Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) serta Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi untuk mempertemukan Walfrida dengan orang tua kandungnya. "Walfrida hanya berkomunikasi dengan orang tua angkatnya karena orang tua kandungnya berada di kampung dan sulit mengakses informasi," kata Windy.

Dia menambahkan, ancaman hukuman mati dan lemahnya penanganan oleh pemerintah menjadi titik krusial dalam perlindungan TKI Indonesia di luar negeri. Apalagi tercatat 177 TKI yang terancam hukuman mati, sesuai dengan data Kementerian Luar Negeri.

sumber : http://www.tempointeraktif.com/hg/kesra/2011/06/21/brk,20110621-342144,id.html

216 WNI Terancam Hukuman Mati

0 comments
foto
Epi Kurniati, menunjukkan foto ibunya Ruyati binti Satubi TKW yang dihukum pancung pemerintah Arab Saudi

Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa mengatakan 216 warga negara Indonesia terancam hukuman mati di luar negeri. Saat ini mereka tengah menjalani proses pengadilan di berbagai negara. "Ruyati hanya satu dari sekian banyak kasus yang dihadapi warga negara kita di luar negeri," kata Marty dalam rapat dengan Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat di Jakarta kemarin.

Menurut Marty, selama 2009-2011, warga Indonesia di luar negeri yang terancam hukuman mati berjumlah 303 orang. Sejauh ini hanya 29 orang yang bisa dibebaskan dan dipulangkan ke Tanah Air. Adapun 55 orang lainnya, meski lolos dari hukuman mati, masih menjalani hukuman.

Selama tiga tahun terakhir, menurut Marty, ada tiga warga Indonesia yang telah menjalani hukuman mati. Dua orang dipancung di Arab Saudi, termasuk Ruyati binti Satubi. Satu orang lagi dihukum mati di Mesir.

Marty menerangkan, sebagian besar warga Indonesia yang terancam hukuman mati berada di Malaysia. Sejak 2009, ada 233 warga Indonesia yang dijerat pasal pidana mati di negeri jiran itu. Saat ini 177 warga Indonesia masih menjalani persidangan di berbagai pengadilan di Malaysia. Sebelumnya, 32 orang telah terbebas dari hukuman mati. Sebanyak 24 orang sudah dipulangkan ke Indonesia.

Di Arab Saudi, ada 23 warga Indonesia yang menjalani persidangan dengan ancaman hukuman mati. Dari jumlah itu, baru enam orang yang terbebas dari hukuman pancung. Tiga orang dari mereka telah dipulangkan.

Di Republik Rakyat Cina, ada 20 warga Indonesia masih menjalani persidangan dengan ancaman hukuman mati. Sembilan warga Indonesia lainnya telah terbebas dari ancaman meregang nyawa di Negeri Tirai Bambu.

Menurut Marty, tidak semua warga Indonesia yang terancam hukuman mati berstatus tenaga kerja Indonesia. Di Malaysia, misalnya, 180 orang yang diancam hukuman mati diduga terlibat perdagangan narkotik.

Duta Besar Indonesia untuk Malaysia, Da'i Bachtiar, mengatakan, selama dia bertugas di Malaysia, ada lima warga Indonesia yang mendapat pengampunan dari hukuman mati. Untuk mendapatkan pengampunan itu, Da'i mengklaim telah memohon dan menghadap kepada sejumlah pejabat pemerintah dan kesultanan di Malaysia. "Saya kira prosedur itu yang harus dilakukan," kata Da'i di kantor Wakil Presiden, Jakarta, kemarin.

Di samping hubungan diplomasi antarpemerintah, menurut Da'i, dukungan masyarakat dan lembaga nonpemerintah di Malaysia sangat penting dalam membatalkan hukuman mati. "Terutama dalam memberi tekanan opini."

Di dalam negeri, eksekusi hukuman mati bagi Ruyati terus memicu reaksi keras dari berbagai kalangan. Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Priyo Budi Santoso mendorong pemerintah untuk menghentikan pengiriman tenaga kerja Indonesia ke Arab Saudi. "Stop saja semuanya, khususnya yang pembantu rumah tangga," kata Priyo.

Kemarin sejumlah tokoh lintas agama menggelar acara doa bersama di depan Istana Kepresidenan. "Satu pahlawan dibunuh di Arab Saudi karena keteledoran pemerintah yang tidak membela," kata Direktur Eksekutif Migrant Care Anis Hidayah, yang memimpin aksi keprihatinan itu.

sumber : http://www.tempointeraktif.com/hg/kesra/2011/06/21/brk,20110621-342105,id.html

Minggu, 19 Juni 2011

Rusa yang Dijatuhkan Elang Bikin Gelap Montana

0 comments
Anak rusa yang tampaknya dijatuhkan oleh elang botak di kabel listrik tegangan tinggi di menjadi penyebab padamnya listrik pekan lalu di Montana barat,Amerika Serikat , kata seorang pejabat Northwestern Energy baru-baru ini.

"Itu baru pertama kali terjadi," kata wanit juru bicara Northwestern Michelle Sullivan. "Satu rusa tergantung di kabel, itu tak pernah terjadi sebelumnya."


Sullivan mengatakan petugas yang sedang menyelidiki penyebab listrik padam di satu permukiman kota di East Missoula tak bisa mempercayai apa yang mereka lihat ketika mereka menemukan bangkai anak rusa tergantung di kabel listrik pada ketinggian lebih dari dua tingkat bangunan.

Para pekerja menduga elang tersebut setelah pemilik rumah yang bernama Lee Bridges melaporkan salah satu burung itu telah bertengger selama 15 menit di pohon cemara di halamannya pagi itu, tak lama setelah listrik di lingkungan tersebut padam.

Ketika awak Northwestern tiba, Bridges mendatangi petugas perbaikan untuk mengetahui penyebab padamnya listrik.

"Ia menunjuk ke langit dan mengatakan, `Itu masalahmu --`rusa terbang`," kata Bridges sebagaimana dilaporkan Reuters, yang dipantau ANTARA di Jakarta, Ahad.

Wanita itu mengatakan elang tersebut, salah satu keluarga elang yang bersarang di Clark Fork River, yang berdekatan, tampaknya telah merencanakan cara menemukan kembali sisa korbannya.

Bridges mengambil kameranya dan mulai mengambil gambar.

"Saya kira tak seorang pun akan percaya ini," katanya.

Elang botak dapat memiliki rentang sayap sampai hampir delapan kaki dan berat sampai 14 pound. Menurut perkiraan, korban elang tersebut baru berusia beberapa hari.

Sullivan, dari Northwestern, mengatakan padamnya listrik berlangsung selama sekitar setengah jam dan dialami oleh sebanyak 30 rumah.

Perusahaan regional tersebut melayani sebanyak 665.000 pelanggan di Montana, South Dakota dan Nebraska

sumber : http://id.berita.yahoo.com/rusa-yang-dijatuhkan-elang-bikin-gelap-montana-042009320.html

Selasa, 14 Juni 2011

Tony Blair: Saya Baca Al Quran Setiap Hari

0 comments
Tony Blair: Saya Baca Al Quran Setiap Hari

Mantan Perdana Menteri (PM) Inggris mulanya enggan berbicara masalah agama. Namun setelah turun jabatan, ia menyatakan baru menganut Katolik. Kini, ia membaca Al Quran setiap hari.

Mulanya, Blair serta mantan Direktur Komunikasi dan Strategi pribadinya, Alastair Campbell, dikenal dengan ucapan khas mereka. “We don’t do God.” Sejak turun sebagai PM pada 2007, Blair perlahan berubah.

Beberapa bulan setelah turun, ia menyatakan pindah agama menjadi Katolik. Kini, ia menyatakan membaca kitab suci umat Islam, Al Quran, setiap hari. Menurut mantan pemimpin Partai Buruh ini, Al Quran membantunya melek iman.

“Melek iman amat penting di era globalisasi seperti ini. Saya membaca Al Quran setiap hari sebagai upaya untuk mengerti apa yang terjadi di dunia dan karena sifatnya yang instruktif,” ujar Blair dalam wawancara dengan majalah Observer.

Blair meyakini pengetahuannya mengenai Islam akan membantu perannya saat ini sebagai Duta Besar Timur Tengah untuk Kuartet PBB, AS, Uni Eropa (UE), dan Rusia. Ia ingin membantu menyelesaikan konflik menahun Palestina-Israel.

Tak hanya itu, Blair juga memuji Islam sebagai sebuah agama yang indah dan Nabi Muhammad ia katakan sebagai sosok yang kuat. Pada 2006, ia pernah menyatakan Al Quran sebagai kitab yang terus bereformasi, praktis, dan seakan dibuat mendahului zamannya.

sumber : inilah.com

Jumat, 03 Juni 2011

Cara Buat Bom Al Qaeda Diganti Resep Kue

0 comments

Majalah

Sudah jadi rahasia umum, para teroris belajar cara membuat bom dari internet. Bahkan, jaringan Al Qaeda "Inspire" menerbitkan majalah versi online yang mengajarkan cara membuat bom di dalam rumah.

Namun, laman tersebut sudah berubah drastis. Seperti dikabarkan Daily Mail, 3 Juni 2011, para intel Inggris, MI6 dan staf GCHQ (Government Communications Headquarters) di Cheltenham telah meretas situs majalah Al Qaeda itu. Halaman-halaman yang sebelumnya berisi petunjuk membuat bom kini diganti lusinan resep membuat cupcake alias kue mangkuk.

Untuk diketahui, 67 halaman majalah "Inspire" adalah versi Inggris pertama yang diluncurkan kelompok yang berafiliasi dengan jaringan Al Qaeda Juni tahun lalu. Salah satu artikel utamanya adalah, "Make a Bomb in the Kitchen of Your Mom" alias cara-cara membuat bom dari bahan-bahan yang bisa ditemukan di dapur.

Setelah diretas intel Inggris, para pengunjung tak bisa mengakses artikel tersebut. Mereka justru dihadapkan dengan daftar kode komputer.

Ketika diterjemahkan, kode ini akan menampakkan halaman demi halaman buku resep cup cake 'The Best Cupcakes in America' yang dipublikasikan Ellen DeGeneres.

Informasi bagaimana membuat Mojito Cupcake dan Rocky Road Cupcake menggantikan petunjuk bagi para teroris muda bagaimana membuat bom pipa mematikan menggunakan gula, kepala korek api, dan bola lampu mini.

Tak hanya itu, artikel Osama bin Laden dan wakilnya berjudul 'What to expect in Jihad' atau 'Apa yang Diharapkan dari Jihad' juga diganti.

Majalah online "Inspire" diyakini dibuat oleh tokoh radikal, Anwar al Awlaki. Diduga kuat ini adalah cara untuk menarik para simpatisan muda Al Qaeda, atau sebagai media perekrutan.

Surat kabar Daily Telegraph mengabarkan, penggunaan serangan cyber sebelumnya sempat jadi perdebatan antara intel Inggris dan Amerika. Namun, pada akhirnya, Inggris lah yang menggunakan cara itu.

Dikabarkan, ada ketakutan dari CIA, perang dunia maya akan menguak sumber dan taktik mereka. Sebelumnya, saat "Inspire" diluncurkan, salah satu pejabat AS berkomentar, "sampul majalah ini mungkin licin, tapi isinya busuk, seperti penulisnya."

Untuk diketahui, majalah "Inspire" berisi petunjuk membuat bom dengan daya ledak beragam --mulai skala kecil menggunakan bubuk peledak di dalam selongsong pipa seperti yang ditemukan di bandara East Midland, Inggris, November lalu, atau yang skala besar seperti yang diledakkan di stasiun bawah tanah London, 7 Juli 2005, yang menewaskan 52 orang.

Seperti dilansir dari laman The Telegraph, 31 Desember 2010, buku elektronik yang dapat diunduh di beberapa situs atau blog ekstrimis ini diterbitkan oleh Front Media Islam Al Qaeda yang disusun oleh para murid Profesor Abu Khabbab al-Masri.

Al-Masri sendiri tewas pada Juli 2008 setelah dihujani peluru oleh pesawat nirawak AS. Namun, Al-Masri meninggalkan sebuah buku manual pembuatan bom berbahasa Arab yang digunakan secara luas oleh para murid Al Qaeda.

Buku berjudul “Kursus Membuat Bom” ini menjelaskan bahan-bahan kimia pembuatan bom yang dapat ditemukan dengan mudah di supermarket, kebun dan toko obat umum. Dijelaskan pula bagaimana membuat detonator dan baterai primer dan sekunder.

Pada buku itu juga dijelaskan peralatan dan perangkat yang dibutuhkan, penjelasan juga menyertakan gambar untuk mempermudah pembaca.

Cara membuat peledak yang paling sederhana dalam buku panduan tersebut adalah dengan bensin, oli, dan sumbu, atau yang lebih dikenal dengan bom molotov.

sumber : VIVAnews

Naskah Awal Hitler Bunuh Yahudi Laku Rp1,3 M

0 comments

Adolf Hitler

Dokumen resmi pertama yang ditulis Hitler, berisi rencana untuk "menghapus" Yahudi dari muka bumi, dibeli oleh Museum Holocaust di Los Angeles, Amerika Serikat. Seperti dilansir Daily Mail, dalam dokumen itu terdapat sebuah grafik tahun 1919 berisi rencana pemusnahan Yahudi secara penuh selama 21 tahun, sebelum pembantaian dimulai di Rusia dan di kamp-kamp kematian di Polandia.

Terdapat juga sebuah kertas, yang dikenal sebagai 'Gemlich Letter', dikirimkan ke Adolf Gemlich. Ia adalah orang yang bertanggung jawab mengendalikan tentara Jerman, pasca Perang Dunia I.

Dalam tulisan tentang 'Jewish Question', ia mendeskripsikan Yahudi "seperti tuberkulosis rasial" dan bahwa perlu ada sebuah "penghapusan hak-hak istimewa orang Yahudi" yang dia sebut 'Aliens Law'.

Tulisan yang paling mengerikan, adalah tidak adanya permintaan maaf dan tidak adanya usaha untuk menutupi niatnya ketika ia menulis: "Tujuan utama dari undang-undang tersebut menjadi sebuah keharusan dan secara umum penghapusan orang Yahudi tidak boleh dibatalkan."

Surat tersebut telah dibeli oleh organisasi peringatan Holocaust seharga £100 ribu atau Rp1,3 miliar. Dokumen akan ditampilkan di Museum of Tolerance, yang juga tempat dipamerkannya grafik pembantaian enam juta orang Yahudi.

Telah cukup lama para ilmuwan mengetahui keberadaan dan sejarah surat tersebut. Dokumen itu dianggap penting karena menunjukkan betapa jauhnya ide Hitler di tahap awal untuk memusnahkan orang Yahudi.

"Ini adalah pernyataan pertama Hitler tentang orang Yahudi. Ini menunjukkan bahwa ia memiliki hasrat besar dalam dunia politik sejak awal," kata Saul Friedlander, seorang sejarawan, seperti dikutip Daily Mail.

Rabbi Marvin Hier, pendiri Simon Wiesenthal Centre, pusat penelitian Holocaust, mengatakan ia memperoleh empat halaman surat tersebut bulan lalu, melalui sebuah dealer.

Saat menulis surat itu, Hitler diketahui sedang berada di Munich, dan sedang menyusun rencana pembantaian setelah Perang Dunia I. Pada bulan Juli, ia diangkat sebagai mata-mata polisi dari komando intelijen ketika dikirim untuk menyusup ke Partai Pekerja Jerman.

Namun, ia menjadi terobsesi dengan gagasan tentang ide 'non-Yahudi', sosialisme dan ide anti Semit dan anti Marxis. Hanya dua bulan kemudian, Anton Drexler--pendiri Partai Buruh Jerman dan mentor Hitler--terkesan dengan keterampilan pidato Hitler dan mengundangnya untuk bergabung di partainya.

sumber : VIVAnews

18 Tahun Disekap dan Diperkosa

0 comments


Selama 18 tahun, Jaycee Dugard hidup dalam sekapan penculik. Ia harus melayani napsu birahi sang penyekap jika tak ingin disiksa. Ia menjadi budak untuk mengatasi masalah seksual penyekap.

Kisah itu terungkap detail dalam dokumen kesaksian korban, seperti dilaporkan Reno Gazette-Journal, yang dilansir news.com.au.

Kesaksian itu membuat El Dorado County, Amerika Serikat, menjatuhkan hukuman penjara 431 tahun kepada sang penyekap, Phillip Garrido, 60. Sedangkan istrinya Nancy Garrido, 55, menerima hukuman 36 tahun penjara, dalam kasus sama.

Dugard mengatakan pemerkosaan yang menimpanya tak jarang dilakukan di depan kamera. Terjadi selama bertahun-tahun, lebih dari sekali dalam seminggu. Namun, frekuensinya mulai berkurang menjadi dua atau tiga bulan sekali, setelah Dugard melahirkan anak pertamanya pada 1994.

Sang penyekap berhenti melakukan kekerasan seksual setelah Dugard melahirkan anak kedua pada 1997. Dari kekerasan seksual itu, Dugard yang kini berusia 31 tahun memiliki dua anak. "Dia (penyekap) tampaknya tahu saya sangat ketakutan hamil lagi," kata Dugard.

"Dia berkata bahwa dia hanya tidak dapat menahan diri, tapi dia benar-benar berusaha menghentikan semuanya. Dan, kemudian saya hamil. Itu terakhir dia berhubungan seksual dengan saya, ketika saya hamil anak kedua," Dugard menambahkan.

Dugard diculik saat sedang berjalan kaki ke halte bus di dekat rumahnya, California, 1991. Sebuah mobil tiba-tiba mendekat dan seseorang dari dalam mencoba menariknya masuk. Saat mencoba menghindar, ia disengat senjata setrum. Ia pun lunglai dan dibekap di bawah selimut di dalam mobil.

"Saya sangat takut. Beberapa bulan pertama, dia selalu memakai senjata setrum untuk mengancam saya jika tak mau mengikuti permintaannya," katanya.

Dugard baru bebas dari sekapan pada Agustus 2009. Ia ditemukan bersama dua anaknya di sebuah gedung tua, tak jauh dari kediaman pasangan penyekapnya, di Antiokhia, 64 kilometer timur laut San Francisco.

Kini, Dugard telah menyelesaikan sebuah memoar tentang siksaan yang membuat hidupnya terampas selama 18 tahun. Memoar ini dijadwalkan dirilis pada pertengahan Juli mendatang.

sumber : VIVAnews

Jenderal Mesir Ungkap Tes Keperawanan

0 comments


Seorang Jenderal di Mesir mengaku adanya "tes keperawanan" atas sejumlah perempuan yang ditahan saat demonstrasi anti rezim Hosni Mubarak awal Maret lalu. Itu adalah pengakuan pertama yang dibeberkan seorang perwira tinggi militer Mesir atas kasus itu, yang sudah jadi rahasia umum.

Menurut stasiun berita CNN, Selasa 31 Mei 2011, tuduhan adanya tes keperawanan itu muncul dalam laporan yang disusun lembaga Amnesty International, beberapa pekan setelah aksi unjuk rasa 9 Maret di Kairo. Menurut laporan itu, sejumlah perempuan demonstran dipukul, disetrum, dan pakaian mereka dilucuti. Para demonstran itu juga diancam tuduhan pelacuran dan harus menjalani tes keperawanan.

Saat itu, seorang perwira bernama Mayor Amr Imam mengungkapkan bahwa 17 perempuan telah ditahan. Namun, dia membantah laporan adanya penyiksaan dan tes keperawanan.

Namun, menurut CNN, seorang jenderal senior Mesir mengakui sekaligus membela penerapan tes itu. "Para perempuan yang ditahan itu tidak seperti anak Anda atau anak saya," kata jenderal yang tidak mau disebutkan namanya itu. "Mereka menginap di tenda-tenda bersama para lelaki di Lapangan Tahrir. Di tenda itu juga ditemukan bom molotov dan narkoba," kata si jenderal.

Menurut dia, tes itu penting dilakukan agar tidak muncul klaim dari perempuan demonstran bahwa mereka telah diperkosa saat ditahan pihak berwajib. "Kami tidak ingin mereka berkoar bahwa mereka telah diserang secara seksual atau diperkosa. Maka kami ingin membuktikan apakah mereka memang tidak lagi perawan," kata sumber CNN itu.

Tes itu, menurut dia, menunjukkan tidak ada yang masih perawan. Sumber itu tidak menjelaskan bagaimana tes keperawanan itu berlangsung dan berapa orang yang telah menjalaninya.

Sebelumnya, seorang perempuan 20 tahun bernama Salwa Hosseini mengaku sebagai salah satu korban tes itu setelah ditangkap di tengah unjuk rasa Maret lalu. Kepada CNN, dia menceritakan bagaimana tentara berseragam mengikat dia di suatu museum.

Salwa lalu ditelentangkan di atas lantai dan ditampar. Dia pun disetrum dengan pistol listrik dan dituduh sebagai pelacur.

Menurut Salma, dia dan 17 perempuan lain lalu dipaksa menjalani tes keperawanan. "Kami tidak mau karena dilakukan oleh dokter laki-laki," kata Salma. Namun, mereka tidak berdaya karena diancam akan disetrum lagi dengan pistol listrik bila menolak dites.

Belum ada penjelasan resmi dari Mesir mengenai tes kontroversial itu.

sumber : VIVAnews

Senin, 30 Mei 2011

Jepang Resmi Tuan Rumah Piala Dunia Antar Klub 2011

0 comments
Piala Dunia Antar Klub
Piala Dunia Antar Klub

Kendati sempat mengalami kehancuran akibat gempa dan Tsunami yang memicu darurat nuklir beberapa waktu lalu, Jepang tetap dipercaya untuk kembali menjadi tuan rumah Piala Dunia Klub 2011.

Presiden FIFA, Sepp Blatter secara resmi menyatakan Jepang sebagai host untuk turnamen yang lahir dari Piala Toyota ini. "Kami bisa umumkan bahwa Jepang dipastikan akan menjadi penyelenggara Piala Dunia Klub FIFA pada Desember," kata Blatter.


Turnamen tahunan Piala Dunia Klub, digelar di Jepang empat kali sebelum Uni Emirat Arab mengambil alih penyelenggaraan pada 2009, menampilkan semua juara dari keenam konfederasi benua yang akan saling melawan. "Kami gembira setelah dua tahun di Uni Emirat Arab karena kami sekarang kembali ke Jepang," tambah bakal calon Presiden FIFA incummbent ini.


Sebelumnya Blatter sudah menyatakan dukungannya bagi kesiapan Jepang untuk menjadi tuan rumah turnamen dalam kunjungannya ke Tokyo pada 23 Mei.


Berbicara setelah pertemuan komite eksekutif FIFA, Senin, Blatter memastikan turnamen tersebut akan berlangsung sesuai rencana.

sumber : bola.net

Minggu, 22 Mei 2011

Pakistan Blokir Rute Pasokan NATO di Afghanistan

0 comments
Truk suplai NATO

Pakistan telah memblokir rute penting bagi truk-truk suplai bagi pasukan asing pimpinan Amerika di Afghanistan, beberapa jam setelah 16 orang tewas dalam ledakan di kawasan adat Khyber.

Menurut laporan Xinhua mengutip keterangan para pejabat lokal kemain (Sabtu,21/5), aparat keamanan Pakistan menetapkan keputusan tersebut setelah insiden yang terjadi Jumat malam di dekat kota Landikotal di perbatasan dengan Afghanistan.

Sebagian besar korban dilaporkan adalah para pemuda yang mengumpulkan bocoran minyak dari truk tanker NATO. Militer AS dan NATO sangat bergantung pada rute pasokan logistik dari Pakistan ke Afghanistan, terlebih saat ini ketika serangan Taliban semakin meningkat.

Suplai itu dikirim melalui laut dan tiba di Karachi, kemudian harus dikirim melalui perjalanan panjang dan rawan serangan melintasi Propinsi Khyber Pakhtunkhwa di Pakistan barat laut. Kelompok-kelompok milisi di kawasan adat dalam beberapa bulan terakhir telah membakar ratusan kendaraan NATO dan kontainer diperuntukkan bagi pasukan asing di Afghanistan.

Mereaksi fenomena tersebut, pemerintah Pakistan mengerahkan kontingen pasukan polisi dan militer ke kawasan-kawasan utama yang paling rawan serangan. Rute lainnya, khususnya melalui Rusia dan negara-negara Asia Tengah, dinilai terlalu mahal baik secara politik maupun ekonomi.

sumber : REPUBLIKA.CO.ID

Rabu, 11 Mei 2011

Anak-Anak Osama Akhiri Kebungkaman: Pertanyakan Pembunuhan Ayahnya

0 comments
Omar bin Laden
Omar bin Laden

WASHINGTON - Anak-anak Osama bin Laden, Selasa (10/5), mengakhiri kebungkaman mereka, mencela pembunuhan ayah mereka secara sewenang-wenang serta dan mengatakan seluruh keluarga merasa direndahkan dan dihina oleh pemakaman ayah mereka di laut.

Di dalam satu pernyataan yang dikirim ke New York Times, putra Osama mempertanyakan mengapa ayah mereka "tidak ditangkap dan diadili di satu pengadilan" hukum sehingga kebenaran bisa terungkap kepada rakyat di seluruh dunia.

Osama bin Laden tewas oleh pasukan AS pada 2 Mei, setelah dilacak sampai ke satu rumah di Pakistan --tempat ia diduga telah tinggal selama bertahun-tahun, kendati ada perburuan internasional bagi orang "yang dituding sebagai otak serangan 11 September 2001 di Amerika Serikat".

Pernyataan tersebut, yang mencela cara ayah mereka dibunuh, dikatakan disiapkan dengan pengarahan putra Osama --Omar bin Laden (30)-- dan juga menyerukan pembebasan tiga istri pemimpin Al-Qaida tersebut serta anak mereka.

"Kami berkeras pembunuhan secara sewenang-wenang bukan penyelesaian bagi masalah politik," kata pernyataan itu.
Pernyataan tersebut juga mempertanyakan kelayakan pembunuhan semacam itu, yang bukan hanya telah melanggar hukum internasional secara terang-terangan.

Para pejabat Pakistan telah mengatakan istri Osama, semuanya berkebangsaan Yaman atau Arab Saudi, ditemukan dari rumah di Abbottabad setelah serangan tersebut dan 13 anak mereka.

Istri Osama, Amal Ahmed Abdulfattah --berkebangsaan Yaman, ditembak di kaki selama operasi Navy Seal AS -- yang menewaskan suaminya.

Omar bin Laden, dan istrinya yang lain, Najwa, mengutuk penembakan itu di dalam pernyataan tersebut.

"Kami ingin mengingatkan dunia bahwa Omar bin Laden, putra keempat dari ayah kami, sejak dulu selalu tak sependapat dengan ayah kami mengenai aksi kekerasan dan selalu mengirim surat kepada ayah kami. Omar menganjurkan Osama mengubah caranya dan tak menyerang warga sipil dalam kondisi apa pun," kata pernyataan tersebut.

sumber : REPUBLIKA.CO.ID

Sabtu, 07 Mei 2011

Bank Dunia Tegaskan Dukungan Agenda Iklim Indonesia

0 comments
Bank Dunia Tegaskan Dukungan Agenda Iklim Indonesia

Bank Dunia menegaskan kembali dukungannya terhadap berbagai agenda untuk mengatasi dampak perubahan iklim yang telah dicanangkan pemerintah Republik Indonesia.


"Bank Dunia memiliki komitmen untuk terus mendukung pembangunan Indonesia dalam iklim yang terus berubah ini," kata Duta Perubahan Iklim Bank Dunia, Andrew Steer, dalam siaran pers Bank Dunia yang diterima di Jakarta, Senin.


Menurut Steer, saat ini mata dunia tertuju pada Indonesia, sehingga bila program terkait perubahan iklim di Indonesia berhasil, maka negara-negara lain akan menyusul.


Selain itu, menurut dia, baik di panggung regional maupun global, Indonesia semakin terlihat sebagai pemain kunci dalam upaya mencapai pembangunan berkelanjutan.


"Target (Indonesia) mereduksi karbon hingga 41 persen dengan pertumbuhan ekonomi tujuh persen; keanggotaannya dalam perhimpunan G-20 dan UNFCCC (Konferensi PBB tentang Perubahan Iklim) menunjukkan bahwa Indonesia berada di garis depan dalam upaya menegakkan pertumbuhan ramah lingkungan," katanya.


Di Indonesia, Bank Dunia memberikan dukungan di sejumlah areal seperti memberi bantuan keuangan untuk mengatasi perubahan iklim melalui Kementerian Kehutanan, Kementerian Keuangan, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, serta Dewan Nasional Perubahan Iklim.


Dukungan itu dilakukan dengan melakukan analisis di sejumlah bidang termasuk perencanaan dan kebijakan karbon rendah, energi panas bumi, kesiapan menjalani program REDD (Pengurangan Emisi dari Deforestasi dan Degradasi), isu perkotaan, serta ketahanan dan bencana.


Selain itu, lembaga keuangan internasional itu juga meningkatkan pemahaman terhadap beragam instrumen pasar karbon melalui "Partnership for Market Readiness" (Kemitraan untuk Kesiapan Pasar Karbon).


Program tersebut adalah program hibah senilai 100 juta dolar AS di mana Indonesia menjadi salah satu pihak yang menerima manfaat.


Bank Dunia juga mendukung sejumlah program lingkungan seperti "Mayors Task Force on Climate Change" (Satuan Tugas Walikota untuk Perubahan Iklim, di mana Jakarta menjadi salah satu anggota) dan program pengembangan energi panas bumi senilai 400 juta dolar.


Program lainnya adalah pinjaman kebijakan pembangunan untuk perubahan iklim senilai 800 juta dolar, dan "Forest Investment Program" (Program Investasi Hutan) senilai 70 juta dolar AS.


Andrew Steer sendiri sebelumnya pernah menjabat sebagai Kepala Perwakilan Bank Dunia di Indonesia pada 2002-2007.

sumber : http://www.antaranews.com/

Selasa, 03 Mei 2011

Ada Apa Ini? AS Meralat Cerita Soal Terbunuhnya Bin Laden

0 comments
SERIUS - Foto yang dirilis Gedung Putih menunjukkan detik-detik saat pemutaran rekaman penyerangan di Abbottabad, pakistan, yang menewaskan Osama bin Laden. Presiden AS Barack Obama menonton bersama wakilnya, Joe Biden (kiri).

WASHINGTON - Amerika Serikat meralat cerita bahwa Osama bin Laden, pemimpin Al-Qaeda membawa senjata dan menembaki pasukan Amerika sebelum ia ditembak tewas.

Pada hari Senin, John Brennan, seorang penasihat kontraterorisme kepada Barack Obama, menyatakan dengan sangat meyakinkan bahwa Bin Laden "terlibat dalam pertempuran" dengan penyerangnya. Pejabat AS lainnya diberitahu bahwa ia menembaki anggota pasukan elit angkatan laut AS, Seal Team Six.

Namun, briefing berikutnya oleh pejabat AS menyatakan saat diserbu di Abbottabad, Bin Laden tidak memiliki senjata dan tidak menembakkan apapun pada penyerang itu. Dengan beberapa pertanyaan yang diajukan seperti mengapa Bin Laden ditembak mati, Brennan mengatakan: "Jika kami memiliki kesempatan untuk mengambil Bin Laden hidup-hidup, jika ia tidak ada ancaman apapun, individu yang terlibat telah mampu dan siap untuk melakukan itu. "

Pejabat terus menyiratkan ia menawarkan resistensi sebelum dia ditembak tetapi belum mengklarifikasi tingkat perlawanan itu, mengingat bahwa ia tampaknya tidak memiliki senjata. Bin Laden ditembak sekali di atas mata kiri dan sekali di dada. Pemerintahan Obama sedang mempertimbangkan apakah akan merilis foto penguburan di laut.

Ada perubahan tambahan dengan narasi asli yang ditawarkan oleh para pejabat AS. Wartawan awalnya diberitahu bahwa salah satu istri Bin Laden terbunuh ketika ia sedang menggunakan dirinya sebagai perisai hidup, dengan menyebut "Osama bin Laden tewas meringkuk di belakang istri sebagai 'perisainya". Tapi kemudian dijelaskan bahwa istri Bin Laden tertembak di betis dan tidak mati dalam serangan itu, meskipun wanita lain terbunuh. Perubahan keterangan ini menimbulkan pertanyaan tentang apakah istri Bin Laden - atau siapapun - telah digunakan sebagai perisai manusia.

Selain "mengubah" kondisi istri Bin Laden, para pejabat AS juga telah berubah nama mana anak-anaknya tewas dalam serangan itu. Anak yang meninggal itu awalnya bernama Hamza, dijelaskan dalam satu artikel ini sebagai "ahli waris" Bin Laden untuk memimpin al-Qaeda. Namun, Brennan mengatakan selama briefing bahwa itu adalah anak lain, Khalid, yang terbunuh.

Soal kenapa info itu berubah, dengan enteng Brennan menjelaskan bahwa beberapa informasi datang dari video live dari serangan itu. "Saya tidak ada di sana," katanya.

sumber : REPUBLIKA.CO.ID,

Mengintip Sejarah Kelam Kamboja

0 comments
Olenka Priyadarsani

Obyek wisata di Kamboja tidak semata terbatas pada Angkor Wat, sebuah candi Buddha yang megah, tetapi juga obyek wisata dengan sejarah kelam yang terletak di sebelah timur negara itu.

Kekejaman kelompok Khmer Merah pimpinan Pol Pot pada 1970-an meninggalkan luka mendalam bagi warga Kamboja hingga hari ini. Tetapi peninggalannya justru menjadi objek wisata, terutama bagi mereka yang menyukai sejarah.

Museum Genosida Tuol Sleng


Seorang turis berjalan melihat foto-foto para tahanan yang sempat masuk ke penjara S-21 di Phnom Penh, Kamboja.

Saya mengawali perjalanan saya dengan berkunjung ke museum ini, yang berjarak kira-kira satu jam perjalanan dari Bandara Internasional Phnom Penh. Saya tiba di tempat tujuan sekitar pukul tiga, sehingga masih memiliki sekitar dua jam untuk mengeksplorasi tempat tersebut.

Awalnya saya mengira Tuol Seng hanya sebuah museum biasa, yang banyak juga dijumpai di negara lain, tetapi ternyata tidak. Tempat ini menyajikan sesuatu yang sangat berbeda.

Tuol Sleng dulunya adalah sebuah SMA yang pada 1975 diubah menjadi penjara bernama Security-21 atau S-21. Kabarnya terdapat sekitar 17 hingga 20 ribu warga Kamboja tak bersalah serta sejumlah orang asing yang pernah dipenjara di sini. Dan dari semua orang yang ditahan tersebut, hanya tujuh orang yang selamat hingga rezim Khmer Merah ditumbangkan.

Memasuki kompleks Tuol Sleng, masih belum terlihat sesuatu yang berbeda hingga saya mendekati salah satu bangunan. Di dinding terlihat sebuah tanda yang melarang pengunjung tertawa maupun bercanda. Saya pun masuk. Sulit untuk mengungkapkan apa yang saya rasakan di dalam bangunan. Sekolah tersebut telah diubah menjadi kamp penyiksaaan.

Ruang-ruang kelas diisi oleh berbagai alat penyiksa, rantai besi, sementara dari jendela saya dapat melihat pagar tinggi berkawat besi. Ruang-ruang yang lain telah diubah menjadi sel-sel berukuran 1x1 meter. Bercak darah masih terlihat di mana-mana.

Bagi saya, dan saya yakin bagi pengunjung lainnya, tanda dilarang tertawa tersebut tidak ada gunanya. Melihat apa yang ada di dalam, sungguh tidak mungkin bagi kami untuk tertawa maupun bercanda. Tempat itu bagai menyerap kebahagiaan siapapun yang berkunjung. Kalau boleh meminjam imajinasi JK Rowling, berada di Tuol Sleng bagaikan berada di dekat dementor!

Di ruang lainnya kami melihat berbagai foto wajah. Para petugas S-21 memotret setiap tahanan yang masuk ke penjara tersebut. Semua dengan ekspresi kosong. Seolah tatapan mereka menyiratkan bahwa mereka tahu hidup tidak akan lama lagi. Dan sebelum mati pun harus mengalami penyiksaan di luar batas kemanusiaan.

Pemandu wisata yang saya sewa menjelaskan sejarah kelam negara itu. Dia bercerita pengalamannya sendiri, bagaimana ayah dan kakak lelakinya ditangkap pasukan Khmer Merah dan tidak pernah kembali. Dia juga mengisahkan tentang bayi-bayi yang menangis yang dilemparkan begitu saja oleh para sipir S-21 ke kawat berduri.

Salah satu hal yang paling menonjol di tempat ini adalah Peta Tengkorak, yakni peta Kamboja yang terbuat dari 300 tengkorak manusia. Di tempat lain pakaian bekas para tahanan ditumpuk menjadi satu. Foto maupun lukisan yang menggambarkan penyiksaan orang-orang tak bersalah dipajang di dinding. Entah mengapa, setelah puluhan tahun pun bau anyir darah masih tercium.

Matahari mulai tenggelam, pengunjung pun tinggal sedikit. Sesegera mungkin saya menyelesaikan tur untuk turun ke halaman. Paling tidak, suasana di udara terbuka lebih tidak mengerikan daripada di ruang-ruang yang berbau darah ini. Di luar, ternyata masih banyak alat penyiksa yang digunakan oleh para sipir S-21. Salah satunya adalah gentong-gentong besar yang berdiri berjajar.

Dahulu, para siswa menggunakan air dalam gentong untuk membasuh wajah. Namun, ketika tempat ini diubah menjadi penjara, para petugas membangun tiang di atas gentong-gentong tersebut. Tahanan akan digantung terbalik, dengan kepala dibenamkan dalam air.

Berakhirlah tur saya hari itu. Perjalanan saya mengintip sejarah kelam Kamboja akan berlanjut di 'ladang pembunuhan' Choeung Ek, dalam tulisan berikutnya.

Pada pertengahan 1970-an, Kamboja dikuasai rezim Khmer Merah pimpinan Pol Pot, yang memiliki cita-cita mengubah Kamboja menjadi negara agraris dengan menganut paham ultra-Maoisme. Dia memindahkan orang dari kota ke desa untuk bekerja di ladang dan membunuh siapa saja yang menentang. Banyak orang tak bersalah, termasuk wanita, anak-anak, dan orang tua yang menjadi korban kekejaman rezim Khmer Merah.

Cheoung Ek


Beberapa turis berjalan melintasi kuburan massal Cheoung Ek di pinggiran kota Phnom Penh, Kamboja.

Terletak sekitar 14 km dari Phnom Penh, ibukota Kamboja, Cheoung Ek adalah salah satu tempat rezim Khmer Merah membunuhi dan mengubur orang yang dianggap menentang kekuasaan rezim tersebut. Para tahanan yang dipenjara di Tuol Sleng (baca tulisan Bagian 1), akan dibawa ke Cheoung Ek untuk dibunuh.

Saya pergi ke Cheoung Ek menggunakan tuk-tuk selama satu jam, dengan ongkos $ 7. Jalanan ke arah luar kota ini sangat berdebu, sehingga saya harus menutup muka dengan syal. Sekilas, tempat ini terlihat seperti taman dengan pepohonan rindang. Banyak kupu-kupu yang juga beterbangan. Para pedagang suvenir menawarkan dagangan mereka.

Tiket masuk ke Cheoung Ek adalah $ 2 (walaupun mata uang resmi Kamboja adalah Riel, mereka juga menerima pembayaran dalam dolar Amerika).

Di Cheoung Ek, bangunan yang paling menonjol adalah sebuah menara tinggi, yang di dalamnya terdapat tumpukan kurang lebih 8 ribu tengkorak manusia hasil kekejaman rezim Pol Pot. Tumpukan pakaian bekas para korban tersebut pun dipajang di dalam menara. Para turis, termasuk saya, sibuk mengambil gambar. Pemandangan tersebut sungguh luar biasa sekaligus tragis. Tak ada seorangpun yang tertawa maupun bercanda ketika mengambil gambar.

Selesai mengelilingi menara, saya memutuskan mengelilingi kompleks Cheoung Ek. Di sebuah sudut, saya melihat berbagai alat pembunuh yang dulu digunakan untuk menghabisi para tahanan. Sangkur, rantai besi, dan berbagai peralatan pembunuh lainnya.

Di sudut lainnya saya menemukan sebuah lubang besar dengan petunjuk dalam bahasa lokal serta bahasa Inggris yang kira-kira berbunyi "Di sini ditemukan tumpukan korban tanpa kepala". Sementara di tempat yang lain terdapat tanda "Di sini ditemukan korban wanita dalam keadaan tanpa busana". Ada banyak tanda-tanda lain yang sama mengerikannya.

Untungnya, berbeda dengan Tuol Sleng, Cheoung Ek merupakan lapangan terbuka sehingga tidak terasa begitu mengerikan. Menara yang menjulang dengan tumpukan tengkoraknya tetap mendominasi tempat ini.

Walau perut sudah melilit, dan ada beberapa warung makanan di luar kompleks, saya tidak berselera makan. Saya memutuskan kembali ke pusat kota dan menghabiskan waktu di kota.

Alternatif obyek wisata di Phnom Penh

Kamboja merupakan negara yang menarik, dengan sejarah yang luar biasa. Tragis, kejam, namun patut dikenang. Namun, bila Anda bukan penggemar sejarah, terutama yang berhubungan dengan perang dan penyiksaan, masih banyak obyek wisata yang bisa dilihat di Phnom Penh.

Istana Raja Norodom dengan Pagoda Perak di dalamnya adalah salah satu yang harus Anda kunjungi. Tempat ini sangat indah dengan taman yang tertata rapi. Alternatif lain adalah Museum Nasional, yang juga merupakan tempat penyimpanan benda-benda bersejarah, namun dari masa yang lebih lampau dibandingkan dengan sejarah Khmer Merah.


Istana raja di Kamboja, salah satu objek wisata yang menarik dikunjungi

Wat Phnom, sebuah pagoda besar di tengah kota juga layak untuk dikunjungi. Anda dapat naik dan mengambil gambar dengan relief dan patung yang ada. Di tempat ini banyak sekali kera, jadi berhati-hatilah dengan barang Anda.

Bila senang berbelanja, Anda harus pergi ke Russian Market atau Pasar Rusia. Tempat ini menjual berbagai macam suvenir, mulai dari sutra, kaus, pakaian, dan pernak-pernik. Harga di Pasar Rusia tergolong murah dan yang paling penting, mudah ditawar!

sumber : http://id.travel.yahoo.com/jalan-jalan/97-mengintip-sejarah-kelam-kamboja-2

Senin, 02 Mei 2011

Osama bin Laden Ditembak di Kepala

0 comments

Osama bin Laden

Presiden Amerika Serikat Barack Obama memastikan bahwa pemimpin jaringan Al Qaeda, Osama bin Laden, telah tewas pekan lalu. Pemimpin serangan menara kembar WTC dan Pentagon, Amerika, pada 11 September 2001 itu, tewas dalam serangan operasi khusus gabungan Amerika dan Pakistan.

Seperti dilansir msnbc.com, jurnalis NBC, Jim Miklaszewski, melaporkan bahwa Osama bin Laden setidaknya mengalami satu luka tembak di bagian kepala. Tidak disebutkan, berapa luka tembak yang menewaskan Osama bin Laden.

Tewasnya Osama akibat luka tembak itu juga ditegaskan dalam keterangan pers mendadak jelang tengah malam yang dilakukan Presiden Amerika, Barack Obama, di Gedung Putih, Washington DC.

Menurut Obama, Osama tewas dalam serangan operasi khusus. "Setelah baku tembak, jasad Osama dibawa ke otoritas Amerika di Afghanistan," ujar Obama.

Obama memberikan pesan khusus kepada para korban tewas menara kembar WTC. "Keadilan telah dilakukan," tegas Obama.

Osama diburu sejak sekitar 10 tahun. Ia disebut sebagai aktor dari serangan menara kembar WTC dan gedung Pentagon yang menewaskan sekitar 3.000 orang. "Kematian bin Laden merupakan pencapaian yang paling signifikan dari bangsa ini untuk mengalahkan jaringan Al Qaeda," tegas Obama.

sumber : VIVAnews
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...