skip to main | skip to sidebar

Pages

Tampilkan postingan dengan label Politik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Politik. Tampilkan semua postingan

Senin, 20 Februari 2012

Abraham Samad Diminta Bersih-bersih Internal KPK

0 comments
Abraham Samad Diminta Bersih-bersih Internal KPK Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad dianggap sudah memilki alasan sekaligus momentum tepat untuk melakukan bersih-bersih di internal KPK. Temuan PPATK tentang rekening mencurigakan milik seorang pegawai KPK yang terungkap dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi III DPR, Senin (20/2). Kemarin, bisa dijadikan langkah awal untuk melakukan pembersihan terhadap oknum KPK yang melakukan pelanggaran kode etik. "Temuan PPATK itu merupakan indikasi adanya oknum KPK yang berperilaku menyimpag. Bahkan, temuan itu secara tidak langsung mengonfirmasi dugaan selama ini yang menyebutkan tidak semua pegawai KPK bersih. Karena itu, saya imbau Ketua KPK untuk kooperatif dengan PPATK dalam menelusuri sumber dana pada rekening yang mencurigakan itu," kata anggota Komisi III DPR, Bambang Soesatyo, Selasa (21/02/2012). Bahkan, ujarnya, Ketua KPK hendaknya juga melakukan penyelidikan ke dalam. Temuan PPATK itu dianggap cukup menguntungkan para pimpinan KPK yang baru beberapa bulan menjalankan tugasnya. "Saya berharap Ketua KPK tidak ragu-ragu bertindak. Jadikan temuan PPATK itu sebagai momentum bersih-bersih. Citra KPK belakangan ini terus membaik, setelah sebelumnya sempat tercoreng akibat dugaan pelanggaran kode etik yang dilakukan oknum KPK. Proses perbaikan citra ini harus dijaga dan ditingkatkan," tegasnya. Karena itu,lanjutnya lagi, bila ada indikasi pelanggaran kode etik oleh oknum KPK sebagaimana terindikasi dari temuan PPATK itu, Ketua KPK harus responsif sumber : http://id.berita.yahoo.com/abraham-samad-diminta-bersih-bersih-internal-kpk-235725496.html;

Rabu, 15 Februari 2012

Abraham: Saya Tidak Hadir Jika Ada Angelina

0 comments
Abraham: Saya Tidak Hadir Jika Ada Angelina Ketua KPK Abraham Samad menegaskan, dirinya tidak akan hadir pada rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi III DPR RI jika dihadiri oleh anggota Komisi III dari Fraksi Partai Demokrat Angelina Sondakh. "Kalau ada RDP dengan Komisi III dan ada Angelina, saya tidak akan datang. Saya tidak tahu kalau pimpinan lain," kata Abraham Samad menjelang rapat Tim Pengawas Kasusa Bank Century DPR dengan pimpinan KPK dan pimpinan BPK, di Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Rabu. Keengananan Abraham Samad terhadap kehadiran Angelina Sondakh pada RDP antara Komisi III DPR RI dan pimpinan KPK, terkait status tersangka Angelina Sondakh pada kasus dugaan suap proyek pembangunan Wisma Atlet SEA Games, di Palembang. Abraham Samad juga mempertanyakan mengapa Fraksi Partai Demokrat DPR RI merotasi Angelina Sondakh yang sedang berurusan dengan hukum ke Komisi III yang membidangi persoalan hukum. "Saya tidak tahu isi hati orang," katanya. Rapat Tim Pengawas Kasus Bank Century DPR RI dengan pimpinan KPK dan pimpinan BPK, dipimpin oleh Wakil Ketua DPR RI, Taufik Kurniawan. Pimpinan KPK yang hadir pada rapat tersebut, adalah Abraham Samad, Busyro Muqoddas, Bambang Wijoyanto, Zulkanaen, dan Pandu Praja. Sedangkan, pimpinan BPK yang hadir antara lain, Hadi Purnomo dan Hasan Bisri. sumber : http://id.berita.yahoo.com/abraham-saya-tidak-hadir-jika-ada-angelina-051412560.html

Angie Ditarik dari Komisi Hukum ke Komisi Agama

0 comments
Angie Ditarik dari Komisi Hukum ke Komisi Agama JAKARTA - Wakil Ketua Fraksi Partai Demokrat, Sutan Bhatoegana menegaskan pihaknya akan segera mereposisi kembali Angelina Sondakh dari Komisi Hukum DPR. Hal tersebut menyusul banyaknya kritikan dan rencana boikot KPK apabila Angie ikut rapat. "Rasa-rasanya kurang elok tidak pantas di komisi hukum, sekarang juga kita merevisi,hari ini akan dirubah. Tadi pak Jafar sudah komunikasi ke saya," ujar Sutan di gedung DPR, Jakarta, Rabu (15/2/2012). Sutan menyarankan kepada Ketua Fraksi Partai Demokrat, Jafar Hafsah agar Angelina Sondakh ditempatkan di Komisi VIII DPR. Alasannya, komisi yang membidangi agama tersebut cocok buat Angie yang sedang dirundung masalah dan agar mendapatkan siraman rohani. "Komisi VIII kan komisi agama sejuk, biar dapat siraman rohani dia disitu," jelasnya. Sutan mengatakan dirinya menginginkan Angie pindah dari Komisi Hukum DPR agar Partai Demokrat tidak terus menerus menjadi bulan-bulanan karena keputusannya yang kerap dinilai kontroversial. "Supaya kita tidak jadi bulan-bulanan juga," pungkasnya. sumber : TRIBUNNEWS.COM

Minggu, 05 Februari 2012

Anak Angie

0 comments
Kasihan, Anak Angie Terancam Tanpa Ortu Artis yang juga politisi Angelina Sondakh terancam menjalani penahanan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Anak-anak Angie dari pernikahan dengan almarhum Adjie Massaid pun bakal kehilangan orang tuanya. "Angie cukup mengkhawatirkan anak-anak kalau sampai ditahan. Mereka risau akan ditinggal pergi sang ibu," ujar kuasa hukum Angie, Sheila Salomo saat dihubungi wartawan, Sabtu (4/2). Angie pun tak bisa membayangkan jika dirinya sampai ditahan. Apalagi, anak-anak juga baru ditinggal pergi ayahnya. "Anak-anak terus terang khawatir banget, apalagi mereka baru ditinggal ayahnya, sehingga mereka khawatir sekali dan bingung," ujar Sheila. Angie sendiri kini mengaku dalam posisi sangat sulit karena ia sedang berusaha menegarkan anak-anaknya. "Karena itu mbak Angie lagi berusaha menegarkan anak-anak," pungkasnya. sumber : http://id.omg.yahoo.com

Jumat, 03 Februari 2012

Ruhut: Anas Menghitung Hari

0 comments
Ruhut: Anas Menghitung Hari


JAKARTA- Politisi vokal Partai Demokrat Ruhut Sitompul kembali membuat manuver. Ia melontarkan perkiraan, nasib Ketua Umum Partai Demorkat Anas Urbaningrum sudah bak telur di ujung tanduk, terancam. Ia pun mengaku tidak kaget rekan sesama anggota DPR dan satu partai, Angelina Sondakh ditetapkan KPK tersangka kasus suap pembangunan Wisma Atlet.
Ruhut berkeyakinan, akan ada tersangka lain dalam kasus proyek Wisma Atlet. Sebelumnya telah diadili dan diputus bersalah, mantan Sesmenpora Wafid Muharram vonis penjara 3 tahun, Direktur PT Anak Negeri Mindo Rosa Manullang vonis 2 tahun 6 bulan), dan Manajer Pemasaran PT Duta Graha Indah Mohammad El Idris (2 tahun). Kini mantan Bendahara Umum Muhammad Nazaruddin sebagai terdakwa, dan Angelina Sondakh sebagai tersangka.
Berdasarkan fakta-fakta dan perkembangan penyidikan, Ruhut yang berprofesi sebagi pengacara, nasib Anas pun kemungkinan akan terjerat pula. "Tingggal menghitung hari saja (Anas Urbaningrum). Saya ini orang hukum, jadi apa yang sudah saya katakan, terbuktikan," kata Ruhut saat dikonfirmasi Tribun, Jumat (3/2).
Sehari sebelumnya, dia menganjurkan Anas mundur dari jabatan, demi menyelamatkan partai. Ruhut menegaskan, Partai Demokrat harus segera diselamatkan pertimbangannya untuk menjaga nama baik partai menjelang Pemilu 2014.
"Hanya begundal-begundal di DPP Demokrat yang tak percaya omongan saya. Padahal, aku sudah kasih clue, tapi malah ditanggapi lain, malah membela membabi buta," tegas Ruhut.
Kalau Angelina Sondakh selesai di BAP, maka para calon tersangka lain akan segera menyusul, termasuk Anas Urbaningrum. Ruhut mengaku sudah pernah memberi nasihat kepada Anas Urbaningrum terkait hal ini. "Saya beberapa hari lalu ketemu Anas, saya cipika-cipiki dengan dia. Saya sempat katakan, kalau memang tidak terlibat, lawan. Tapi, jawabannya halusinasilah, apalah," tegasnya.
Ruhut mengingatkan, banyak di DPP Partai Demokrat yang menjadi penjilat membela mati-matian. Ia meminta kasus ini disikapi dalam rangka menyelamatkan nama baik partai. Walau demikian, ia menyerahkan sepenuhnya kepada Dewan Pembina Demokrat, terkait perlu tidaknya Kongres Luar Biasa. 

sumber : TRIBUNNEWS.COM

Kamis, 02 Februari 2012

Wa Ode akan Beberkan Strategi Banggar Simpangkan Uang

0 comments
Wa Ode akan Beberkan Strategi Banggar Simpangkan Uang JAKARTA - Selain memberikan sejumlah bukti data mengenai praktik mafia anggaran di Banggar DPR, Wa Ode Nurhayati (WON) juga akan membongkar semua yang terjadi selama ini di Banggar DPR. "Sistem permainan angggaran yang sudah habit itu akan dibuka secara gamblang oleh WON ketika di persidangan nanti," ujar kakak Wa Ode Nurhayati sekaligus kuasa hukumnya, Wa Ode Zaenab saat dihubungi, Kamis (2/2/2012). Lebih lanjut, kata Zaenab, Wa Ode merasa dikorbankan terkait penetapan tersangka pada kasus pembahasan anggaran infrastruktur daerah oleh penyidik KPK. Oleh karenanya, alasan itu akan dijadikan dasar dirinya untuk mengungkap strategi permainan di Banggar saat di persidangan. "Sekarang malah WON yang dijadikan obyek yang terkesan bermain anggaran. Dalam hal ini WON jelas-jelas sudah dikhianati penegak hukum," ujarnya. Seperti diketahui, dalam kasus sendiri, politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini, diduga KPK telah menerima hadiah terkait pengalokasian anggaran PPID senilai Rp 40 miliar untuk tiga kabupaten di Nanggroe Aceh Darussalam. Ketiga kabupaten yakni Aceh Besar, Pidi Jaya dan Bener Meriah. Berdasarkan informasi yang dikumpulkan, Wa Ode diduga menerima fee sekitar 5-6 persen untuk meluluskan anggaran di tiga kabupaten di Aceh. Pun, Wa Ode diduga telah menerima aliran dana sekitar Rp 6 miliar sekitar bulan Oktober-November 2010. Tetapi Wa Ode, kata melalui staf pribadinya, Sefa Yolanda mengatakan telah mengembalikan uang Rp 2 miliar dari total komitmen fee Rp 6 miliar. Demi kepentingan penyidikan, tiga orang yang diduga KPK terlibat kasus ini, telah dicekal untuk ke luar negeri. Di antaranya pengusaha Haris Surahman, Ketua Gema MKGR, Fahd A Rafiq dan staf Wa Ode, Sefa Yolanda. Sedangkan Fahd Arafiq akhirnya ditetapkan juga sebagai tersangka KPK lantaran diduga terlibat dengan Wa Ode. sumber : TRIBUNNEWS.COM

Ruang Rapat Banggar DPR Akhirnya Dibongkar

0 comments

Ruang Rapat Badan Anggaran DPR akhirnya dibongkar, pukul 23.00 WIB, Kamis 2 Februari 2012. Lima buah truk box disiapkan mengangkut barang-barang seperti kursi, sound system dan lampu.  
Dengan sigap, para pekerja dari beberapa jasa pengiriman barang dibantu Petugas Pengamanan Dalam DPR mengangkut kursi impor seharga Rp 24 juta per unit. Prosesnya pun berlangsung tertutup karena sambil menunggu giliran setiap kursi untuk dikeluarkan, pintu ruangan ditutup lagi.
Saat pintu dibuka, lampu sengaja dimatikan seolah agar tidak terlihat isi ruangan itu.  " Saya tidak tahu kenapa setiap barang mau dikeluarkan, pintu ditutup dan lampu dimatikan" kata salah satu petugas pengamanan DPR yang menolak disebutkan namanya." Itu perintah dari atasan"
Pantauan Tempo, sempat terjadi kegaduhan pada awal proses pengangkatan kursi. Banyak wartawan datang mereportase aktivitas itu. " Tolong minggir, tolong diberi jalan dulu" kata petugas itu.
Proses mengeluarkan barang itu berlangsung kurang lebih satu setengah jam. Proses berakhir hingga pukul 00.30 WIB. " Ayo cepat, cepat dikeluarkan" kata petugas.
Setidaknya, ada lebih dari 100 unit kursi sejenis dan 4 unit kursi yang berbeda yang dihitung Tempo, keluar dari ruangan. Menurut penanggung jawab TPT Karindo Express, perusahaan pengangkut barang, total kursi berjumlah 177 unit. Semuanya diangkut menggunakan 5 unit truk box barang. "4 kursi yang beda untuk pimpinan, dan 173 lainnya untuk para anggota," kata petugas tersebut.
Sopir truk ekspedisi yang menolak disebut namanya itu menyebut, mereka mendapat perintah mengangkut pukul 21.30 WIB. Seluruh supir dari perusahaan yang berbeda-beda.
Sebelumnya Juru Bicara Sekretariat Jenderal DPR Jaka Dwi Winarko mengatakan rencana penggantian kursi ruangan badan anggaran. Menurut dia, pihak kontraktor sudah bersedia mengganti semua kursi mahal itu. "Waktunya sesingkat-singkatnya akan dilakukan," ujarnya kepada wartawan di gedung DPR, Kamis 2 Februari 2012.
Renovasi ruang badan anggaran mengundang polemik karena anggarannya yang terlampau mahal. Untuk ruangan dengan luas sekitar 300 meter itu, anggaran yang digunakan sejumlah Rp 20,3 miliar. Salah satu anggaran terbesar adalah untuk membeli kursi yang diimport dari Jerman.
Kursi bermerk Vitra ini kabarnya seharga Rp 10 juta rupiah perbuah. Sementara untuk kursi pimpinan seharga Rp 12 juta perbuah. Selain kursi, karpet yang digunakan juga dinilai terlalu berlebihan. Karpet ini juga diimport dari luar negeri dengan harga Rp 5 juta permeternya. Selain itu, sistem pencahayaan dan sistem audio visual juga memakan anggaran tak murah.
Jaka mengatakan, pergantian hanya akan dilakukan pada kursi saja. Sedangkan untuk sistem pencahayaan, sistem audio visual serta karpet tidak akan diganti. Alasannya, karpet sudah terlanjur di pasang dan dilem. "Karpet sudah dipasang dan dilem malah rugi kalau diangkat," ujarnya.

Jumat, 20 Januari 2012

Banggar Hanya Minta Tambahan Kursi, Bukan Renovasi

0 comments
JAKARTA -- Polemik renovasi ruang rapat Badan Anggaran (Banggar) DPR terus bergulir. Bahkan, beberapa pihak saling lempar tanggung jawab terkait pengalokasian anggaran senilai Rp 20,3 miliar untuk ruang rapat seluas meter persegi. Anggota Banggar dari Fraksi Partai Demokrat, Gede Pasek Suardika mengaku tidak tahu mengenai rencana pembangunan ruang rapat tersebut. "Kami hanya minta penambahan kursi. Itu yang sempat dibahas di rapat. Tapi jadinya malah renovasi seperti sekarang. Kami terlalu sering menjadi objek mereka yang mengambil proyek," katanya, Jumat (20/1). Selama ini, tambahnya, kursi yang ada di ruang Banggar tidak mencukupi. Kursi yang disediakan hanya ada 50 buah. Sementara jumlah anggota banggar 85 orang. "Selama ini duduknya sampai ke tempat untuk pemerintah, karena tidak mencukupi." Menurutnya, kejadian ini sama dengan program pengamanan di rumah jabatan anggota (RJA). Waktu itu, jalan keluar yang disampaikan, ada pelatihan untuk pengamanan dalam (pamdal). Namun, jadinya berupa program pengadaan CCTV. "Kita jadi objek. Jadinya, anggota menjadi objek proyek-proyek Setjen DPR dan oknum-oknum di dalamnya. Yang menanggung malu anggota DPR." sumber : REPUBLIKA.CO.ID

Senin, 10 Oktober 2011

JSI: AAS 48,12 Persen, ABM-TA 32,91 dan Salim Saja 18,97

0 comments
MAKASSAR - Jaringan Survei Indonesia (JSI) melansir hasil quick count sementara pemilihan gubernur Sulawesi Barat. Survei JSI mengunggulkan pasangan Anwar Adnan Saleh-Aladin S Mengga (AAS). Hingga pukul 17.30 Wita pasangan, perhitungan cepat versi JSI menempatkan pasangan Anwar Adnan Saleh-Aladin S Mengga (AAS) dengan 48,12 persen. Dua pasangan lainnya Ali Baal Masdar - Tahsan Burhanuddin (ABT-TA) 32,91 persen dan pasangan Salim S Mengga-Abdul Jawas Gani (Salim Saja) menempati urutan buncit dengan 18,97 persen. Manajer Strategi pemenangan JSI, Irfan Jaya memastikan hasil tersebut tidak akan berubah. Data quick count JSI diolah dari 95,25 persen sampel dari situ pula diketahui tingkat partisipasi pemilih dalam pilgub Sulbar hanya 72,22 persen. "Insya Allah tidak berubah. AAS dipastikan menang dan hasil quick count ini tidak akan jauh berbeda dengan hasil penghitungan suara manual," kata Irfan, Senin (10/10) sumber : http://makassar.tribunnews.com/

Sabtu, 08 Oktober 2011

10 Anggota DPR jadi Terlapor Mafia Anggaran

0 comments
JAKARTA -- Deklarator Pos Pengaduan Praktek Mafia Anggaran (P2MA), Zainal Bintang mengatakan sejauh ini pihaknya sudah menerima 20 laporan dari masyarakat. Dari laporan itu, ada 10 nama anggota DPR yang disebut terlibat dalam mafia anggaran. "Dari pengaduan yang masuk, ada yang menyebut 10 anggota DPR. Ada dari Badan Anggaran (Banggar), ada juga yang bukan," kata Zainal Bintang ketika ditemui di Lantai VIII Gedung Nusantara III, Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (5/10). Politisi senior Golkar ini menyebutkan laporan yang diterima dari berbagai macam proyek yang ada di daerah. Ia menduga, nama-nama anggota DPR yang disebut terlibat dalam mafia anggaran ini adalah orang-orang yang menciptakan proyek di Dapil-nya (daerah pemilihan). Siapa 10 nama anggota yang dilaporkan itu? Zainal enggan mengungkapnya. Ia beralasan menjunjung asas praduga tak bersalah dan menjaga martabat serta kehormatan orang yang disebutkan terlibat mafia anggaran. Nama yang dimaksud itu hanya akan diserahkan ke aparat penegak hukum. "Kami tidak akan menyebut nama," elaknya. Ilham menjelaskan Pos pengaduan yang didirikan bukanlah lembaga yang bisa melakukan tugas penyidik seperti memanggil atau memeriksa seseorang yang dianggap terlibat. Kata dia, Pos P2MA hanya melakukan investasi terhadap orang-orang yang terlapor yang ditopang oleh data-data dari pelapor. sumber : http://www.fajar.co.id/

Kamis, 22 September 2011

Taufik Kiemas: PDI-P Nggak Urusan Mau Reshuffle Atau Tidak

0 comments
Taufik Kiemas: PDI-P Nggak Urusan Mau Reshuffle Atau Tidak JAKARTA - Ketua MPR Taufik Kiemas tetap meyakini, tak akan terjadi perombakan kabinet yang akan dilakukan oleh Presiden SBY. Suami Megawati Soekartnoputri ini kemudian menyarankan agar ada partai politik pendukung pemerintah yang berani menyatakan, kadernya dikabinet tak cakap sebagai menteri. "Terserah presiden, mau lakukan reshuffle apa nggak," katanya sambil mengumbar senyum saat dipastikan apakah PDI-P kembali dirayu agar menempatkan kadernya di kabinet pemerintahan SBY-Boediono. Usai mengikuti upacara penghormatan terakhir bagi almarhum Sutjipto di Gedung MPR/DPR, Selasa (20/09/2011), Taufik Kiemas kembali menyarankan kepada lembaga survey, Lingkaran Survey Indonesia (LSI) untuk mau melakukan survey terhadap siapa calon presiden pengganti Presiden SBY. Ia kemudian menegaskan, tak terkait dengan reshuffle, dirinya kerap melakukan komunikasi dengan Presiden SBY. "PDI-P ngga ada urusan mau reshuffle atau tidak. Sekarang ini, kalau ada reshuffle, ada nggak parpol koalisi yang meminta menterinya diganti, berani ngga dia. Kalau ngga berani, ya serahkan presiden, tunggu saja (jadi tidaknya reshuffle)," sindir Taufik Kiemas. "Kalau menurut saya, kinerjanya (para menteri) bagus semua, nggak ada yang jelek. Minyak nggak naik, semuanya ada, beres, mudik beres. Nggak ada yang berkinerjanya buruk," ujarnya. sumber : TRIBUNNEWS.COM

Kamis, 15 September 2011

Usai Diperiksa KPK 8 Jam, Angie Hanya Senyum

0 comments
Angelina Sondakh di KPK Selama sekitar 8 jam, anggota Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Angelina Sondakh meladeni pemeriksaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus suap proyek wisma atlet SEA Games Palembang. Angelina enggan berkomentar terkait pemeriksaannya itu. Politisi perempuan yang akrab disapa Angie tersebut menjalani pemeriksaan penyidik KPK sejak pada pukul 09.30 WIB. Ia merampungkan pemeriksaan dan keluar dari gedung pada sekitar pukul 17.45 WIB. Sayangnya, Angie tidak mau menjelaskan keterangan apapun kepada wartawan terkait pemeriksaan tersebut. “Saya sudah diperiksa, sudah saya ceritakan semuanya. Silahkan tanya ke KPK,” ujar Angie singkat. Walaupun diberondong beragam macam pertanyaan oleh wartawan Angie hanya melemparkan senyum seraya menuju ke mobil jemputannya yang dikendarai Muji Massaid, adik suaminya Adjie Massaid itu. Perlu beberapa menit bagi Angie untuk dapat sampai ke Toyota Harrier hitam bernopol B 1230 SJD miliknya. Kerumunan wartawan yang ingin mewawancarai Angie membuat dia tidak bisa segera masuk ke dalam mobil, meski sudah dikawal beberapa petugas keamanan di KPK. Seperti diketahui, tersangka suap Sesmenpora, M Nazaruddin, kerap menyebut Anggelina turut terlibat dalam mensukseskan tender proyek pembangunan wisma atlet. Selain itu, Anggelina juga kerap disebut-sebut dalam surat dakwaan Manajer PT Duta Graha Indah, M El Idris dan Direktur Marketing PT Anak Negeri, Mindo Rosalina Manulang. sumber : http://www.politikindonesia.com/

Rabu, 14 September 2011

Marzuki Minta Angelina Sondakh Bicara ke KPK

0 comments
Angelina Sondakh Wakil Ketua Pembina Partai Demokrat, Marzuki Alie meminta juniornya, Angelina Sondakh untuk berbicara terbuka kepada KPK. Sikap diam Angie diingatkan Marzuki justru akan lebih banyak mendzolimi kader Demokrat lainnya dan dapat menghancurkan partai yang dibangun oleh SBY ini. "Lebih baik jelaskan kalau memang tidak terlibat, sampaikan bahwa si A tidak terlibat. Jadi clear, tidak ada lagi media yang ngomong begini begitu. Repot, kan kasihan kita. Kader-kader Demokrat ini banyak terzalimi," ujar Marzuki saat ditemui wartawan di Gedung DPR RI, Rabu (14/9). Angelina akan dimintai keterangan oleh KPK, Kamis besok. Anggota Komisi X DPR ini dimintai hadir sebagai saksi dalam kaitan kasus suap Wisma Atlet SEA Games yang menjadikan M Nazaruddin tersangka. "Klarifikasi supaya menjadi jelas kalau dituduh, kan gak enak," tambah Marzuki. Politisi asal Palembang ini juga mengingatkan Angelina untuk tidak mengikuti sikap bungkam kader Demokrat bermasalah lainnya, Jhonny Allen Marbun. Sikap diam Jhonny Allen yang tersangkut sejumlah kasus dan sempat dilaporkan ke KPK. sumber : http://id.berita.yahoo.com/marzuki-minta-angelina-sondakh-bicara-ke-kpk-045907078.html

Kekayaan Nazarudin Versi Pengacara dan LHKPN beda Rp 38 Miliar

0 comments
Tersangka kasus suap Sesmenpora, M Nazaruddin ternyata pernah melaporkan hartanya ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Laporan yang ditujukan ke Laporan Harta Kejayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) KPK pada tanggal 22 Juli 2010 itu mencatat harta kekayaan Nazaruddin berjumlah sebesar Rp 112 miliar. "Kekayaan Nazaruddin per tanggal 22 Juli 2010 senilai Rp112.207.286.461,"kata Direktur LHKPN KPK, Cahya Harefa lewat pesan singkatnya , Selasa (13/9). Jumlah yang tercatat oleh KPK itu berbeda dengan pernyataan kuasa hukum Nazaruddin, OC Kaligis. Menurut Kaligis sebelum menjadi anggota DPR, Nazaruddin memiliki harta sebesar Rp 150 miliar. Menurutnya, harta kekayaan itu didapat Nazaruddin dari kegiatan bisnisnya. Kerajaan bisnisnya dimulai dari PT Anugerah Nusantara. Di perusahaan itu ada sang istri, Neneng Sri Wahyuni, dan Anas Urbaningrum. sumber : http://id.berita.yahoo.com/kekayaan-nazarudin-versi-pengacara-dan-lhkpn-beda-rp-105729704.html

Sabtu, 20 Agustus 2011

Nazaruddin: Saya Tak Akan Ngomong, Saya Lupa

0 comments
Tersangka kasus wisma atlet M Nazaruddin mengaku sudah lupa dengan kasus yang menjeratnya yakni dugaan korupsi proyek wisma atlet SEA Games dan tudingan dia sebelumnya kepada Partai Demokrat.

Nazaruddin berjanji tidak akan 'bernyanyi' lagi seperti yang pernah ia sampaikan melalui BlackBerry Messenger dan wawacara melalui Skype dengan Iwan Piliang. Baik itu mengenai kasus suap wisma atlet maupun tudingan-tudingan yang menyerang Demokrat.

"Saya nggak akan ngomong apa-apa, saya lupa semuanya. Saya tak tahu apa-apa. Saya ngaku salah," ujarnya usai diperiksa penyidik KPK di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (18/8/2011).

Ketika berada di luar negeri, Nazaruddin sempat menuding ada tiga anggota DPR yang kecipratan duit panas proyek tersebut. Di antaranya, Angelina Sondakh, Mirwan Amir dan I Wayan Koster. Selain itu, ia juga mengungkapkan bahwa Anas Urbaningrum menikmati uang darinya saat Kongres Partai Demokrat di Bandung.

Nazaruddin berjanji tidak akan buka-bukaan soal kasus-kasus yang diduga melibatkan politisi Partai Demokrat dan politisi partai lain. Ia memohon kepada Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono untuk tidak mengganggu istri dan anaknya.

"Saya minta Pak SBY tolong jangan ganggu anak dan istri saya," ujarnya.

sumber : http://id.berita.yahoo.com/nazaruddin-saya-tak-akan-ngomong-saya-lupa-065100195.html

Ini Isi Surat Nazaruddin untuk Presiden

0 comments
Jakarta: Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat M. Nazaruddin mengirim surat kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Surat tersebut dibacakan oleh asisten pengacara OC Kaligis, Dhea, setelah pemeriksaan Nazaruddin di Gedung KPK Jalan HR Rasuna Said, Jakarta, Kamis (18/8).

Berikut isi surat yang ditandatangani langsung oleh M. Nazaruddin:

Jakarta, 18 Agustus 2011Bapak Susilo Bambang YudhoyonoPresiden Republik IndonesiaDi TempatBapak Presiden yang saya hormati,Saya mohon kepada Bapak agar segera memberikan hukuman penjara kepada saya tanpa perlu lagi mengikuti proses persidangan untuk membela hak-hak bagi saya. Saya rela dihukum penjara bertahun-tahun asalkan Bapak dapat berjanji Bapak akan memberikan ketenangan lahir dan batin bagi keluarga saya, khususnya bagi istri dan anak-anak saya.Perlu saya jelaskan bahwa istri saya adalah benar-benar seorang ibu rumah tangga yang sama sekali tidak mengetahui apapun yang berhubungan dengan kepartaian. Saya juga berjanji saya tidak akan menceritakan apapun yang dapat merusak citra Partai Demokrat serta KPK, demi kelangsungan bangsa ini.Demikian surat ini mohon bantuan dan perhatian Bapak Presiden

sumber : http://id.berita.yahoo.com/ini-isi-surat-nazaruddin-untuk-presiden-071302603.html

Sabtu, 13 Agustus 2011

Dana Pemulangan Nazaruddin dari KPK

0 comments
Dana Pemulangan Nazaruddin dari KPK

Sekretaris Kabinet Dipo Alam membantah dana Rp4 miliar untuk pemulangan Nazaruddin dengan pesawat jet carter dari Bogota, Columbia, berasal dari pemerintah.

"Itu dana dari KPK, bukan dari Kepolisian RI atau Kejaksaan," tegasnya di Jakarta, Jumat pagi, mengenai rencana pemulangan mantan Bendahara Partai Demokrat Nazaruddin ke Tanah Air.

Rute penerbangan dengan pesawat carter tersebut melalui Sudan, transit di Dubai, Singapura, lalu ke Jakarta. Oleh karena pesawat carter, kemungkinan besar mendarat di Bandar Udara Halim Perdana Kusuma dan bukan di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng. Kepala Divisi Humas Polri Irjen Anton Bahrul Alam memperkirakan Nazarudin tiba di Jakarta hari Jumat ini.

Dipo mengatakan jangan sampai ada kesan pemerintah mengistimewakan Nazaruddin dengan menggelontorkan uang miliaran untuk pemulangannya. "Sekali lagi itu dana dari KPK dan KPK bukan lembaga pemerintah, melainkan lembaga negara. Meskipun, uangnya berasal dari APBN juga," jelas Dipo.

Menjawab pertanyaan apakah cukup berharga mengeluarkan uang sebanyak itu untuk memulangkan seorang buronan, Dipo mengatakan menghormati KPK yang dengan segala pertimbangan memulangkan Nazaruddin secepatnya ke Tanah Air.

"Saya kira KPK sudah mempertimbangkan dengan matang dari unsur keselamatan, kecepatan pemulangan untuk proses pemeriksaan, maupun dari unsur praktisnya. Itu kita hormati," katanya.

Pemerintah Columbia, lanjutnya, tidak bisa memulangkan Nazaruddin dengan biaya dari mereka dan meminta Indonesia mengurus pemulangan orang buronan KPK dan Interpol tersebut. Jika menggunakan penerbangan umum komersial dianggap tidak praktis, maka diputuskan untuk memakai pesawat carter.

Penerbangan dari Bogota ke Jakarta dengan memakai pesawat komersial memakan waktu sekitar 36 jam, termasuk transit. Dengan menggunakan pesawat carter, waktu itu bisa dipersingkat.

Menko Polhukam Djoko Suyanto sebelumnya mengaku tak mengetahui pemulangan Nazaruddin memakai pesawat carter atau tidak. Ia juga tak bisa memastikan biaya yang dibutuhkan untuk membawa pulang Nazaruddin.

"Teknis itu terserah kepada tim di lapangan. Saya tidak tahu harga carter pesawat di sana. Yang penting secepatnya pulang," demikian Menko Polhukam.

sumber : http://www.antaranews.com/

Rabu, 03 Agustus 2011

Peluang Partai SRI Masih Terbatas

0 comments
Sri Mulyani

Peluang Partai Serikat Rakyat Independen (SRI) untuk maju dalam pemilu 2014 dinilai masih terbatas. Direktur Indobarometer, M Qodari, mengatakan peluangnya masih belum bisa terukur. Tetapi, visi dan misi partai ini sudah sangat jelas sejak awal yakni mengusung Sri Mulyani Indrawati (SMI) sebagai calon presiden.

“Untuk sementara, peluangnya masih terbatas. Dukungan yang nyata itu tidak mudah,” katanya saat dihubungi Republika, Rabu (3/8). Menurutnya, syarat pendirian parpol itu berat. Begitu pula untuk lolos menjadi peserta pemilu.

Menurutnya, Partai SRI harus benar-benar mencari dukungan masyarakat. Kalau hanya mengandalkan sosok SMI saja, itu belum tentu akan mendulang dukungan besar. Terlebih lagi, pengusungan tersebut masih cukup jauh untuk diwacanakan sekarang oleh partai baru.

Seperti diberitakan, Partai SRI pada hari ini mendaftarkan diri sebagai partai berbadan hukum di Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham). Mereka mengklaim sudah memiliki 33 kepengurusan di setiap provinsi. Partai ini yakin bisa lolos dan dapat menjadi salah satu peserta pemilu.

Partai baru ini sudah menyatakan diri akan mengusung SMI sebagai calon presiden 2014. Meskipun, belum ada pernyataan resmi dari SMI untuk bersedia dicalonkan.

sumber : REPUBLIKA.CO.ID

Selasa, 12 Juli 2011

Suara Demokrat Terbelah di Pilkada Sulbar

0 comments


Suara Partai Demokrat akan terbelah dalam Pilkada Sulawesi Barat 10 oktober tahun 2011. DPP Mendukung pasangan Anwar Adnan Saleh-Aladin S Mengga, sementara kader Demokrat Salim Mengga berpasangan dengan Jawas Gani yang diusung partai lain.

Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat, memasukkan rekomendasi dukungan kepada Cagub incumbent Anwar Adnan Saleh yang berpasangan dengan Aladin S Mengga sebagai Cawagubnya, yang tidak bisa dijadikan dasar hukum partai itu mengusung kandidat tersebut di Pilkada Sulbar.

Partai Demokrat Sulbar tidak memberikan dukungan kepada kandidat Cagub-Cawagub di Pilkada Sulbar karena dukungan rekomendasi dari DPP Partai Demokrat kepada pasangan Anwar Adnan Saleh dan Aladin, tidak ditindaklanjuti Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Demokrat Sulbar secara sempurna.

Sementara kader Partai Demokrat maju di Pilkada Sulbar melalui partai lain, yakni Salim Mengga yang menjabat anggota DPR-RI mewakili Provinsi Sulbar yang berpasangan dengan, Jawas Gani, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Partai PAN Sulbar sebagai Cawagubnya.

Pasangan itu diusung partai PAN, PKB, PBR, PPD, Partai Buruh dan Partai Barnas, partai pengusun pasangan itu secara keseluruhan memiliki 10 kursi di DPRD Sulbar dan pasangan itu mentargetkan 50 persen suara di Pilkada Sulbar yang berasal dari dua Kabupaten yakni Kabupaten Mamuju dan Kabupaten Polman.

Menurut Ketua KPU Sulbar, Nahar Nasada, Partai Demokrat tidak memberikan dukungan secara resmi kepada Anwar Adnan Saleh. Karena menurutnya, dukungan pada lembar formulir pendaftaran Cagub-Cawagub Anwar Adnan Saleh dan Aladin hanya ditandatangani Sekertaris DPW Partai Demokrat Natsir Nawawi sementara Ketua DPW Partai Demokrat Aras Tammauni tidak menandatanganinya.

"KPU Provinsi Sulbar telah menutup pendaftaran calon gubernur (Cagub) dan calon wakil gubernur (Cawagub) tanggal 10 Juli tahun 2011 dan Partai Demokrat Sulbar yang memiliki lima kursi di DPRD Provinsi Sulbar tidak mengusung satupun kandidat," kata Nahar Nasada di Mamuju

sumber : http://www.komhukum.com/kriminal-feed-7583
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...