skip to main | skip to sidebar

Pages

Jumat, 03 Desember 2010

Kasus Kematian Akibat Tertawa

Mungkin kedengarannya seperti lelucon namun Mati tertawa ternyata bukan sekedar guyonan, bagi sebagian kasus ternyata tertawa berlebih dapat menyebabkan kematian seperti yang dialami orang – orang ini.

01. Zeuxis pelukis Yunani, menertawai lukisan wanita yang baru saja ia selesaikan. Kemudian karena tertawa terlalu berlebihan, akhirnya ia sesak napas dan mati pada akhirnya.



2. Konon, komedian Yunani, Philemon, mati karena menertawakan leluconnya sendiri.
3. pada tahun 207 SM Chrysippus, seorang filsuf Yunani meninggal karena tertawa setelah melihat keledai yang mabuk karena memakan buah ara

4. Mendengar cerita jorok dari saudara perempuannya, penulis dari Italia, Pietro Aretino, tertawa hingga terjungkal dari kursinya kemudian ia kejang-kejang lalu mati.

5. Pengarang eksentrik asal Skotlandia, Thomas Urquhart, mati ketika menertawakan perbaikan singgasana raja Charles II.
6. Malam bulan April 1872. Nyonya Fitzherbert, bersama teman-temannya yang berasal dari Northamptonshire pergi ke Drury Lane Theatre untuk menonton Beggar’s Opera. Ketika seorang karakter bernama Polly melakukan adegan konyol, Nyonya Fitzherbert tertawa begitu keras hingga tidak bisa berhenti dan terpaksa dikeluarkan dari ruang theatre. Satu minggu setelah malam itu, Nyonya Fitzherebert dikabarkan mati karena terserang histeria berkelanjutan.

7. 24 Maret 1975. Alex Mitchell mati tertawa saat menonton tayangan TV komedi The Goodies. Pada episode itu, muncul karakter yang berdandan khas orang Skotlandia dan bermain kungfu. Setelah 25 menit tertawa, Alex berhenti tertawa, kemudian merosot di sofa terkena serangan jantung. Istrinya yang mengetahui hal tersebut, mengirimkan surat pada Goodies karena telah membuat suaminya mati dalam kebahagiaan.

The Goodies
8. Ole Bentzen, audiolog asal Denmark mati tertawa karena menertawakan film “A Fish Called Wanda”. Saat tertawa, detak jantungnya meningkat hingga 300 degupan per menit.


Pada tahun 2003, Damnoen Saen-um, seorang penjual es krim Thailand, dilaporkan telah meninggal sambil tertawa dalam tidurnya pada usia 52. Istrinya tidak dapat membangunkan dia, dan ia berhenti bernapas setelah dua menit tertawa terus menerus. Dia diyakini telah meninggal karena gagal jantung atau sesak napas.

sumber : http://tidakmenarik.wordpress.com/2010/11/02/kasus-kematian-akibat-tertawa/



Artikel Terkait



0 comments:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...