skip to main | skip to sidebar

Pages

Jumat, 04 Maret 2011

Carlos Santana: Wanita Adalah Inspirasiku

Setelah lama menanti, pahlawan gitar kelahiran Meksiko ini akhirnya mampir juga ke Indonesia. Carlos Augusto Alves Santana dijadwalkan tampil di Java Jazz Festival 2011 dua hari berturut-turut, 4 dan 5 Maret. Kedatangan musisi peraih 10 Grammy Awards ini juga bertepatan dengan jadwal tur promo album terbarunya yang dirilis September 2010, Guitar Heaven.

Berbeda dengan album-album sebelumnya, Guitar Heaven memuat lagu-lagu klasik populer yang di-cover Santana dengan gayanya sendiri. Meski sudah dianggap sebagai musisi senior, bahkan legendaris, ternyata Santana masih merasa grogi memainkan lagu "milik" orang lain.

"Pergi berkencan dengan satu wanita cantik itu mengerikan sekali, apalagi berkencan dengan 15 wanita. Aku memperlakukan lagu seperti aku memperlakukan wanita. Mereka punya hidup masing-masing. Lagu milik The Beatles, Eric Claptopm, Jimi Hendrix, atau AC/DC... mereka bukan "wanita" biasa. Mereka bagaikan Monalisa! Jadi tentu saja awalnya saya merasa sedikit terintimidasi, tapi lalu saya bilang, 'Hey, tenang. Ambil nafas dalam-dalam, dan percayalah bahwa kamu bisa membuat 'wanita' ini bahagia," ujar Santana tentang pengalamannya merekam album cover.

Beberapa jam sebelum tampil di Java Jazz, gitaris kelahiran 20 Juli 1947 ini sempat berbincang dengan beberapa wartawan. Ia juga berbagi cerita tentang albumnya, tentang perasaannya di atas panggung, hingga tentang istrinya yang baru saja dia nikahi Desember 2010.

Lagu mana yang paling sulit di-cover di album Guitar Heaven?

Yang tersulit, atau yang paling menantang, adalah lagu dari Def Leppard berjudul Photograph. Lagu itu tidak terlalu blues. Bagi saya mudah sekali memainkan blues, karena saya dibesarkan dengan musik itu. Ada sesuatu tentang blues yang menurut saya berhubungan erat dengan passion.

Masing-masing lagu yang Anda cover memiliki karakter tersendiri. Apakah Anda punya formula untuk memasukkan gaya Anda sendiri ke dalam lagu?
Tak ada formula tertentu. Mungkin lebih ke pendekatan. Misalnya begini. Saya sering memperhatikan bagaimana cara wanita menari, atau berjalan. Jadi, saat membuat musik, ketukan, tempo, dan groove-nya harus tepat. Saat kamu memainkan musik dengan cara yang tepat, wanita akan melepas pertahanan dirinya dan memperlihatkan kecantikan mereka. Lalu aku pergi ke studio, aku bekerja dengan bass, drums, dan conga untuk membuat musik yang menarik bagi wanita. Jika itu sudah terjadi, sisanya jadi mudah saja.

Mengapa Anda memilih wanita sebagai inspirasi? Padahal penggemar Anda sepertinya sebagian besar laki-laki?
Saya dibesarkan oleh wanita yang sangat kuat, ibu saya. Saya punya empat saudara perempuan, saya pernah menikah selama 34 tahun dan punya 2 orang anak perempuan. Saya selalu dikelilingi oleh wanita. Wanita punya esensi tertentu yang membuat saya bisa belajar tentang apa yang saya lakukan dan siapa diri saya sebenarnya. Jika Anda bisa membuat seorang wanita bahagia, para pria akan mengikuti. Inilah mengapa Oprah bisa jadi begitu terkenal. Bagi saya, saya senang membuat wanita bahagia. Setidaknya lewat musik.

Bagaimana rasanya saat Anda bermain dengan istri Anda, Cindy?
Di mata saya, Cindy itu seperti Bruce Lee. Maksudnya, sejak umur 8 tahun, yang dia inginkan hanyalah punya rambut Afro dan bermain drum. Seperti Bruce Lee, sepanjang hidupnya dia berkomitmen untuk menjadi yang terbaik. Dan saat saya bermain musik dengan bandnya, meskipun dia istri saya, saya tetap mengikuti instruksi band. Dan saat dia bermain di band saya, dia mengikuti aturan band saya.

Apa pertimbangan Anda dalam memilih lagu-lagu untuk di-cover di Guitar Heaven?
Lagu-lagu itu adalah lagu yang hits saat saya masih remaja. Lagu-lagu itu memiliki SOCC - Sound of Collective Consciousness. Jika notasi Anda memiliki SOCC, lagu Anda akan selalu diterima sepanjang masa. SOCC adalah musik yang semua orang bisa mengatakan, "Ini untuk saya."

Riders of the Storm adalah lagu yang menggambarkan tentang ilusi. Banyak orang yang hidup menggunakan 'topeng'. Ibumu, ayahmu, pacarmu, gurumu di sekolah, semua melihatmu dengan topeng ini. Kamu harus berani melepas semua topeng, menatap ke cermin, dan melihat dirimu apa adanya. Riders of the Storm adalah lagu tentang 'telanjang' di padang pasir.

Sunshine of Your Love adalah lagu cinta, tapi dengan power. While My Guitar Gently Weeps adalah lagu spiritual, karena George Harrison adalah pria yang spiritual. Lagu-lagu yang saya pilih ini adalah lagu yang berbicara langsung pada hati saya.

Apa yang Anda rasakan saat tampil di atas panggung, di depan ribuan penonton?
It is a natural high. Satu hal yang penting diketahui oleh para musisi, semakin kita tidak memikirkan diri sendiri, semakin kita terdengar seperti diri kita sendiri. Banyak musisi yang saat Anda dengar, Anda tak tahu siapa itu. Terdengar seperti Jeff Beck, tapi bukan Jeff Beck.Terdengar seperti Eric Clapton, tapi bukan Eric. Kita harus mendapatkan nada sendiri, menciptakan identitas sendiri, sehingga kita bisa jadi 'transparan' dan membiarkan roh suci bermain musik melalui tubuh kita. Barulah saat itu kita terdengar seperti diri kita sendiri.

Terdengar agak gila, memang. Tapi sebenarnya tidak. Hal terbaik dari dirimu adalah saat kamu menyingkirkan egomu. Saat itulah bagian terbaik dirimu itu muncul.

Apakah Anda punya fashion stylist untuk menata gaya berpakaian Anda di panggung?
Hanya saya saja. Saya tak punya stylist karena saya tak mempercayai orang lain untuk merasakan apa yang hati saya minta untuk lakukan. Jika saya sedang merenovasi rumah baru saya bersama Cindy, saya mungkin akan mempercayakan orang lain untuk mendekorasi rumah, karena saya ingin adil. Saya ingin Cindy merasa bahwa itu rumahnya juga, dan bukan hanya rumah saya. Saya membutuhkan stylist untuk menyeimbangkan selera saya dan selera Cindy. Tapi, cara saya berpakaian, saya yang menentukan.

sumber : http://id.omg.yahoo.com/blogs/carlos-santana-wanita-adalah-inspirasiku-blog_editor-77.html

Artikel Terkait



0 comments:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...